Relawan Sopir Ambulance, Berkah & Pengabdian Di Tengah Pandemi Covid-19

otoplasa.com – Siang itu cuaca Surabaya lumayan panas. Tampak beberapa iringan mobil ambulance memasuki area parkir Gedung Grahadi. Turunlah pria separuh baya yang tampak kepanasan dengan cucuran keringat di wajahnya. Maklum baju hazmat yang dipakainya seakan menjadi penyumbang terbesar mukanya berpeluh.

Jainal Abidin (kiri) bersama relawan yang lain

“Iya baru datang dari luar kota usai mengantarkan jenasah Covid-19,” kata Jainal Abidin (49) yang merupakan relawan driver ambulance dari RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai driver biro perjalanan ini menuturkan ada rasa bangga bisa terlibat langsung dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya wabah pandemi ini patut mendapat perhatian semua orang. “Sesungguhnya saya masih prihatin dengan sikap dan perilaku beberapa orang. Covid-19 ini bahayanya nyata, tapi masih saja ada yang menyepelekan dengan tidak memakai masker,” sesal Jainal.

Ada 4 tahapan menangani jenasah Covid-19

Dia mencontohkan untuk para korban Covid-19 yang telah terbujur kaku, perlakuannya pun khusus. “Untuk pasien yang sudah meninggal saja, setelah dikafani dibungkus dengan plastik dan kemudian ditutup kantung jenasah. Setelah itu dimasukkan ke dalam peti mati. Jadi total ada empat tahap,” tutur bapak dua anak yang mengaku pernah mengantarkan jenasah hingga ke Solo, Jawa Tengah.

Jainal menceritakan awal menjadi relawan sopir ambulance merupakan berkah. Ketika itu saat Jawa Timur menerapkan PSBB, sontak dia tak bisa bekerja. “Panggilan untuk mengantarkan pelanggan tak ada. Padahal dulu sebelum wabah corona, hampir setiap tiga hari sekali selalu mengantar tamu keluar kota untuk travelling,” terangnya yang kini lebih sering berada di balik kemudi ambulance Daihatsu Granmax sumbangan dari MPM Honda Jatim, ataupun KIA Travello.

Di tengah kebingungannya untuk menjadikan dapur keluarganya tetap berasap, tiba-tiba dia mendapatkan telpon dari koleganya. “Ada yang mengajak jadi relawan Covid-19 sebagai sopir ambulance. Segera saya terima dan apalagi pekerjaan ini sangat mulia,” tutur Jainal yang mengaku tiap relawan mendapatkan honor Rp 150 ribu perhari dengan waktu kerja shift selama 8 jam.

Kini di tengah pandemi yang masih melanda, Jainal sangat berharap supaya masyarakat peka dan hati-hati untuk senantiasa jaga jarak dan memperhatikan kesehatannya masing-masing. “Semoga wabah segera berakhir dan semuanya kembali normal seperti semula,” harapnya yang mewakili doa miliaran orang di seluruh dunia. (anto/15-07-2020)

Berpose di samping ambulance sumbangan MPM Honda Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *