Rossi – Morbidelli, Satu Gaya, Satu Rasa

‘Kami memiliki gaya berkendara yang sama, jadi ketika Rossi merasakan ada kendala, saya juga ikut merasakan’ – Franco Morbidelli, MotoGP Belanda.
Otoplasa.com – Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, tampaknya berlaku bagi Valentino Rossi dan Franco Morbidelli. Hubungan antara guru dan murid satu negara ini tampak istimewa. Sang guru di tim pabrikan, sementara siswanya tim satelit dengan sama-sama mendapat dukungan dari Yamaha.

Ketika duo pembalap Yamaha yang lain naik podium, yakni Fabio Quartararo dan Maverick Vinales di MotoGP Assen, baik Rossi dan Morbidelli kesulitan dengan tingkah polah Yamaha M1. Motor yang selama ini selalu menempatkan Rossi sebagai kandidat utama pemenang di Assen, sontak tak mau mengikuti gaya mengendarainya. Kondisi ini juga sama seperti yang dirasakan Morbidelli.

Meski lebih beruntung berhasil finish daripada Rossi yang terjatuh, namun dia tertinggal 14 detik dari Vinales. “Kami memiliki gaya mengendarai yang sama, jadi kemungkinan bisa sama,” kata Morbidelli yang dikaitkan dengan kesulitan sang mentor.

“Ketika dia merasa ada kendala, saya merasakan juga. Tapi saya berharap kami berdua akan tampil cepat di balapan selanjutnya,” imbuhnya.

Morbidelli yang telah menginjak tahun kedua di MotoGP tak menyangka bakal tertinggal jauh dengan rekan setimnya, Quartararo yang rookie. “Kami fokus dengan kemampuan diri kami sendiri dan berusaha melakukan yang terbaik. Saya paham Fabio tampak mudah dan alami, namun sesungguhnya kami juga ada beberapa kelemahan untuk alasan tertentu,” papar Morbidelli yang tetap berusaha fokus mendapatkan setingan maksimal di akhir pekan balapan.

Walaupun belum mampu menyamai rekan setim yang telah meraih tiga kali pole position dan dua kali podium, Morbidelli mengaku telah menemukan ritme balapnya. Terbukti menjelang balapan berakhir, dia sempat meladeni aksi pembalap Ducati, Danilo Petrucci di tikungan akhir hingga berhasil menyusulnya.

“Sungguh balapan yang seru. Mungkin bukan penampilan terbaik saya, tapi ketika Anda bisa cepat di akhir lomba sungguh hal yang lebih baik,” timpalnya yang sempat berada di posisi ke-17 di awal lomba dan mulai merangsek naik 14 hingga finish kelima. (anto/02-07-2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *