Otoplasa.com – Sailun Group resmi memulai operasional pabrik ban terbarunya di Demak, Jawa Tengah. Produsen ban asal Tiongkok tersebut menggelontorkan dana investasi sebesar Rp 4 triliun sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi di pasar otomotif nasional sekaligus memperluas penetrasi di kawasan Asia Tenggara.
Pabrik di Indonesia ini menjadi fasilitas manufaktur ke-7 dari total 9 pabrik Sailun Group yang tersebar di berbagai negara. Kehadiran basis produksi di Tanah Air diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, mempercepat distribusi, serta meningkatkan daya saing produk Sailun di pasar domestik.
“Dengan beroperasinya basis manufaktur Sailun di Indonesia, kami membangun ekosistem produk dan layanan yang lengkap. Mulai dari PCR, TBR, OTR hingga Tube dan Flap,” ujar Eko Supriyatin, Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, saat peresmian pabrik di Demak, Jumat (17/1).
Kapasitas Produksi Ban per Tahun
Dalam tahap awal, pabrik Sailun di Demak ditargetkan mampu memproduksi hingga 3,6 juta ban PCR (Passenger Car Radial) atau ban kendaraan penumpang per tahun. Selain itu, fasilitas ini juga dirancang untuk menghasilkan sekitar 600 ribu ban TBR (Truck and Bus Radial) serta 37 ribu ban OTR (Off The Road) yang diperuntukkan bagi kendaraan dan alat berat.
Untuk memperkuat penetrasi pasar, Sailun Group telah menggandeng sejumlah mitra lokal dalam hal pemasaran. Tidak hanya itu, perusahaan juga tengah membangun jaringan layanan purna jual guna memastikan ketersediaan produk di seluruh wilayah Indonesia.
“Ini bukan hanya perluasan kapasitas produksi, tetapi juga peningkatan kemampuan kami dalam menyediakan produk dan layanan yang lebih lokal, responsif, dan terintegrasi bagi para mitra,” tambah Eko.
Kiprah Sailun di Pasar Ban Internasional
Sailun Group didirikan pada 2002 dan dalam dua dekade terakhir berkembang pesat hingga diklaim menempati peringkat ke-10 produsen ban terbesar di dunia. Produk-produk Sailun telah dipasarkan di lebih dari 180 negara, mencakup segmen kendaraan penumpang, niaga, hingga aplikasi khusus seperti pertambangan, kehutanan, dan pertanian.
Untuk menjaga daya saing global, Sailun didukung empat fasilitas riset dan pengembangan (R&D) yang berlokasi di Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Fokus utama pengembangan perusahaan mencakup inovasi teknologi, peningkatan kualitas produk, serta keberlanjutan dalam industri ban kendaraan bermotor.
Pada 2022, bisnis Sailun Group mencatat lonjakan signifikan dengan nilai penjualan mencapai USD 3 miliar atau setara lebih dari Rp 50 triliun. Hingga kini, Sailun mengklaim telah memiliki lebih dari 1.500 varian produk ban untuk berbagai kebutuhan pasar global.
Optimistis Bersaing di Pasar Nasional
Dengan investasi besar dan dukungan manufaktur lokal, Sailun Group optimistis mampu bersaing di industri ban Indonesia yang semakin kompetitif. Perusahaan menilai pasar otomotif nasional masih memiliki potensi besar, baik untuk kendaraan penumpang, komersial, maupun sektor industri.
Sailun juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Tanah Air, didukung kualitas global dan layanan purna jual yang berkelanjutan. (ton)









