otoplasa.com – Tak dipungkiri pasar otomotif Tanah Air telah berlalu-lalang beragam merek mobil-mobil ramah lingkungan ala hybrid maupun full listrik. Mulai produk dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang hingga Korea Selatan. Semuanya saling berusaha menggaet konsumen sebanyak-banyaknya di Indonesia. Beragam merek itu diantaranya Tesla, Mercedes-Benz, BMW, Honda, Toyota, Nissan dan Hyundai.

Lantas mana dari pabrikan otomotif di atas yang paling menguasai pasar mobil hijau?
Jika merunut ke belakang, sesungguhnya terlacak dengan jelas belasan tahun lalu Toyota telah lebih dulu memasarkan produk unggulannya Prius. Inilah mobil hybrid terlaris di dunia.
Kendati mengusung sebagai mobil hybrid paling laris sejagat, namun kondisi di Indonesia masih belum seperti diharapkan. Toyota mengakui hingga kini populasi produk hybid-nya hanya berkisar 1 – 2 % jika dibandingkan dengan yang bermesin konvensional. Artinya respon calon konsumen masih sangat selektif dalam menentukan keputusan membeli mobil-mobil ramah lingkungan, yang sebagian besar harganya masih terlalu tinggi.
“Populasinya belum banyak di Indonesia dan Surabaya,” kata Rosa Setioko, Kepala Bengkel Auto2000 Kertajaya kepada Otoplasa.
Meskipun jumlahnya masih bisa dihitung saat bersliweran di jalanan, Rosa Setioko menegaskan Toyota berkomitmen tinggi terhadap kehadiran kendaraan yang ramah lingkungan. Edukasi kepada konsumen pun secara kontinyu tetap terus digaungkan bahkan semakin menggema seiring dengan tekad Pemerintah yang juga ingin segera mempopulerkan mobil-mobil hemat energi yang mampu mengurangi tingkat pencemaran udara secara signifikan.
Berangkat dari hal itulah Rosa Setioko memaparkan sumber daya di bengkel-bengkel Auto2000 telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Termasuk mekanik yang telah belasan tahun lalu telah khatam menguasai penanganan mobil-mobil hybrid dari Toyota seperti model Prius, Alphard, Camry, Altis serta C-HR.
“Training untuk manpower sudah mulai dan terus dilakukan beberapa tahun yang lalu. Karena kendaraan hybrid Toyota di Indonesia telah dipasarkan beberapa tahun yang lalu,” jelasnya.

“Di tiap cabang Auto2000 semua teknisi bisa menangani kendaraan hybrid Toyota, karena sudah mendapatkan training reguler dan tiap cabang sudah ada hybrid expert untuk menangani bilamana ada problem terkait hybrid,” wanti Rosa Setioko.
Oleh karena itu pria ramah ini menuturkan masyarakat sudah waktunya memahami bahwa era mobil ramah lingkungan sudah tiba. Selain lebih unggul dalam hal keiritan mengkonsumsi bahan bakar, konsumen juga turut peduli menjadikan lingkungan lebih hijau. Tak kalah penting Rosa Setioko memastikan kendaraan hybrid Toyota sama amannya dan lebih nyaman dibandingkan kendaraan konvensional Toyota yang lain.
“Toyota adalah pionir dalam kendaraan hybrid di dunia. Selama penggunaannya normal, maka kendaraan akan tetap aman. Selain itu mekanik Auto2000 menangani servisnya sesuai SOP. Bahkan untuk perawatannya secara umum tidak ada perbedaan waktu servis dan biaya, karena kendaraan hybrid masih memiliki mesin dan komponen konvensional. Sedangkan mesin listriknya minim perawatan,” pungkas Rosa Setioko. (boi/12-12-2020)









