otoplasa.com, Banyuwangi – SMK Muhammadiyah 2 Genteng menjadi lokasi Benchmark Nasional Vokasi Honda, sebagai wujud implementasi Program Teaching Factory. Demikian komitmen PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor sepeda motor Honda untuk wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, dalam mendukung pendidikan vokasi kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Salah satu sekolah binaannya, SMK Muhammadiyah 2 Genteng, Banyuwangi, ditunjuk sebagai lokasi kegiatan benchmark nasional vokasi Honda pada 3–4 Juni 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan SMK Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Honda yang telah memiliki Pos AHASS Teaching Factory (TEFA), beserta AHASS pendamping dan main dealer dari wilayah Jawa dan Bali.

Benchmark ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi program teaching factory, yang menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. SMK Muhammadiyah 2 Genteng dinilai sukses menjalankan konsep ini melalui kerja sama dengan AHASS Berkah Jaya Motor Genteng. Atas keberhasilan tersebut, sekolah ini dinobatkan sebagai Pos AHASS TEFA terbaik tingkat nasional pada 2024 dan menerima penghargaan dari PT Astra Honda Motor (AHM).
“Dengan Semangat Sinergi Bagi Negeri, kami bangga salah satu SMK binaan kami menjadi tempat pembelajaran bersama secara nasional. Ini menunjukkan bahwa sinergi kuat antara industri dan pendidikan mampu menciptakan sistem vokasi yang andal dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Rita Djohar, HR & GA Division Head MPM Honda Jatim.
Kegiatan benchmark ini juga menjadi bukti keberhasilan SMK Muhammadiyah 2 Genteng sebagai model pelaksanaan teaching factory yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dari AHM. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Genteng, Tamyis Rosidi, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan.
“Terpilihnya sekolah kami sebagai lokasi benchmark nasional adalah bukti kerja keras seluruh elemen sekolah, dukungan dari MPM Honda Jatim, dan sinergi positif dengan AHASS. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menjadikan Pos AHASS TEFA sebagai pusat pembelajaran berbasis industri yang unggul,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, sekolah-sekolah peserta dapat melihat langsung praktik baik dalam pengelolaan Pos AHASS TEFA, pelaksanaan kurikulum industri, serta peningkatan kompetensi siswa melalui pelayanan langsung kepada konsumen, seperti di dunia kerja sesungguhnya. Hingga kini, MPM Honda Jatim telah membina 100 SMK TBSM Honda yang aktif mengimplementasikan kurikulum berbasis industri. Khusus untuk program TEFA, terdapat tiga Pos AHASS TEFA binaan, yakni di SMK Muhammadiyah 2 Genteng, SMKN 1 Geger Madiun, dan SMK Al Huda Kediri.
MPM Honda Jatim menyatakan akan terus mendampingi SMK binaannya dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja, profesional, dan kompetitif di industri otomotif nasional. (boi)









