Otoplasa.com – Stellantis Australia menarik kembali (recall) sebanyak 1.394 unit SUV Jeep Grand Cherokee buatan tahun 2023. Penarikan ini dipicu oleh potensi masalah pada sistem keselamatan, yakni airbags.
Penyebab utamanya adalah gangguan perangkat lunak pada modul Occupant Restraint Controller (ORC). Masalah ini dapat menunda pengembangan kantong udara samping.
Sensor tekanan kantong udara pintu depan bisa terus aktif akibat gangguan tersebut. Hal ini menghambat respons pengamanan saat terjadi benturan.

Hindari Resiko Penumpang
Resiko cedera pada pengemudi maupun penumpang dipastikan meningkat jika kantong udara tidak mengembang sempurna saat kecelakaan. Pihak produsen secara resmi memberikan peringatan tegas mengenai bahaya potensial tersebut bagi seluruh pengguna kendaraan ini.
“Isu perangkat lunak pada modul ORC dapat menyebabkan keterlambatan pengembangan kantong udara samping,” tulis pemberitahuan resmi produsen.
Mereka menambahkan, kantong udara yang tidak mengembang sesuai fungsinya saat kecelakaan dapat meningkatkan risiko cedera serius. Kasus recall atau penarikan kembali keselamatan ini bukanlah hal pertama yang menimpa model SUV besar asal Amerika Serikat tersebut.
Recall Berulang
Pada tahun 2024, generasi kelima WL ini juga sempat ditarik akibat cacat produksi pada komponen sistem kemudi. Sepanjang tahun 2023, model ini bahkan mencatat lima kali penarikan atas berbagai masalah teknis pada kendaraan.
Masalah tersebut meliputi kerusakan lampu belakang, suspensi, sistem kemudi, hingga cacat pada komponen pompa bahan bakar.
Meskipun penjualannya di Australia dihentikan pada 2025, kendaraan ini tetap menjadi model terlaris di AS sepanjang 2026. Pemilik kendaraan yang terdampak dianjurkan segera mendatangi dealer resmi terdekat untuk melakukan pembaruan perangkat lunak secara gratis.
Konsumen juga dapat menghubungi layanan pelanggan Stellantis Australia melalui telepon 1300 133 079 atau email auscustomercare@stellantis.com. Program recall Jeep Grand Cherokee dilakukan demi menjaga keselamatan berkendara para konsumen serta pengguna jalan. (Dian Novianto)








