Otoplasa.com – Suzuki Motor Corporation resmi mengumumkan rencana strategis jangka panjang bertajuk Suzuki Technology Strategy 2026. Langkah ini menjadi pijakan penting pabrikan dalam menghadapi tantangan energi global selama 10 tahun ke depan.
Fokus utamanya adalah mempercepat efisiensi energi serta memaksimalkan nilai esensial kendaraan bagi konsumen. Strategi ini diwujudkan melalui pendekatan Right × Light Mobile Tech yang ramah lingkungan namun tetap fungsional.
Strategi ini berfokus pada transformasi menyeluruh di sektor pengembangan dan manufaktur. Suzuki menargetkan pemangkasan waktu pengembangan mobil baru hingga setengahnya pada tahun 2030. Efisiensi efisiensi pengembangan juga ditargetkan naik 30 persen dan manufaktur meningkat 50 persen.
Maksimalkan Nilai Esensial
“Suzuki akan mempercepat efisiensi energi dan memaksimalkan nilai esensial untuk menghadirkan nilai yang tepat bagi konsumen global,” tulis manajemen Suzuki dalam pernyataan resminya.
Guna mendukung prinsip multi-pathway, Suzuki menyiapkan jajaran teknologi baru. Mulai dari sistem series HEV, mesin hibrida baru Super Ene Charge, hingga mesin turbo direct-injection. Selain itu, Suzuki mengembangkan teknologi keselamatan berbobot ringan S Light serta arsitektur berbasis perangkat lunak SDV Lite.
Tak hanya fokus pada produk, Suzuki memperkuat basis produksi global. India diproyeksikan menjadi hub manufaktur dan ekspor utama dengan target kapasitas empat juta unit per tahun pada 2030.
Langkah netralitas karbon juga diperkuat lewat bisnis biogas berbasis kotoran sapi di India. Inisiatif ini menjadi bentuk daur ulang sumber daya lokal yang dipadukan dengan penggunaan kendaraan berbahan bakar CNG.
Melalui keahlian Team Suzuki, inovasi ini terbukti berhasil diterapkan pada model elektrifikasi e SKY yang memiliki jarak tempuh lebih jauh. Seluruh inovasi ini dirancang agar konsumen mendapatkan kendaraan yang efisien, canggih, dan sesuai dengan kebutuhan harian. (Dian Novianto)








