Otoplasa.com – Terancam malu tujuh turunan bila gagal tampil impresif memakai motor Ducati GP25 Marc Marquez, Nicolo Bulega mampu mengalahkan catatan waktu Pol Espargaro pada tes Jerez. Pembalap asal Italia yang selama ini berkarir di Superbike menuntaskan sesi selama tiga jam penuh dengan catatan waktu 1 menit 38,0 detik.
Catatan waktunya lebih cepat dua persepuluh detik dari Pol Espargaro di atas KTM. Meski kondisi lintasan tak ideal akibat hujan sehari sebelumnya, Bulega tetap tampil konsisten. Ia memulai sesi pukul 14.00 waktu setempat dan menutupnya pukul 17.00. Dalam tiga jam itu, Bulega menjajal berbagai aspek teknis Desmosedici GP25.
Sebelum turun dengan motor MotoGP, ia terlebih dahulu mengendarai Panigale V4 dengan ban Michelin pada pagi hari. Setelahnya, ia beradaptasi dengan karakter GP25, termasuk ban Michelin, sistem shapeshifter, dan rem karbon. Total, ia menuntaskan 35 lap dalam sesi tersebut.
Ungguli Lorenzo Savadori
Catatan waktunya menjadi yang terbaik hari itu, mengungguli Lorenzo Savadori di atas Aprilia yang mencetak 1 menit 39,3 detik. Namun, perbandingan dengan hasil MotoGP Spanyol bulan April lalu dianggap tak relevan karena perbedaan kondisi lintasan.
Melalui media sosialnya, Bulega menulis, “Hari ini sebagian dari mimpi saya menjadi kenyataan.”
Ungkapan itu menandai langkah penting dalam kariernya. Dalam sepekan ke depan, ia dijadwalkan menjalani tes lanjutan di Portimao, Portugal, untuk mewujudkan impian tampil di ajang MotoGP. Khusus tes di Jerez menjadi bagian dari rencana Ducati mencari pengganti Marc Márquez yang masih dalam masa pemulihan cedera dari seri Mandalika. Bulega, runner-up WorldSBK 2025, menjadi kandidat utama.
“Nicolo akan menguji motor MotoGP di Jerez dan kemudian kami akan memutuskan bersama. Ia ingin balapan, tapi dengan persiapan yang matang,” ujar Direktur Olahraga Ducati, Mauro Grassilli, dikutip dari Sky Sport.
WorldSBK ke MotoGP Tak Mudah
Bulega menegaskan bahwa peralihan dari WorldSBK ke MotoGP tidaklah mudah. Menurutnya, karakter Ducati GP25 jauh berbeda dengan Panigale V4R yang ia gunakan di WorldSBK, mulai dari aerodinamika, sistem height device, hingga karakter ban Michelin yang sangat berbeda dari Pirelli.
“Semua pembalap pasti ingin mengendarai motor Marc. Tapi risikonya besar untuk mempermalukan diri sendiri. Tes ini membantu saya memahami batasnya,” kata Bulega.
Ia menambahkan, kesempatan ini datang lebih cepat dari yang ia bayangkan. “Saya ingin merasakan performa ban, rem karbon, aero, dan semua tombol di motor MotoGP. Semua terasa lebih kompleks dan menantang,” ujarnya. (ton)











