otoplasa.com – Rencana perjalanan balap sepeda yang dilakukan Tarwi (78) bisa mencapai jarak sejauh 1100 km. Demikian penjelasan Puspita Mustika Adya, yang didaulat menjadi pendamping dan pelatih Tarwi.
Puspita yang semasa menjadi atlet balap sepeda merupakan anak didik dari pelatih nasional Tarwi, kini bisa ‘membalaskan’ hasratnya jadi pelatih gurunya. “Iya dulu saya yang dilatih, sekarang giliran saya yang melatih dan mendampinginya,” kata Puspita sambil tergelak.

Tarwi yang tanggal 17 nanti tepat berusia 79 tahun bagi Puspita layak diapresiasi kemauan kerasnya terhadap dunia balap sepeda. Mantan atlet dan pelatih di era 60-an itu telah mengharumkan nama Indonesia di kawasan Asia. Atas dasar itulah bersama Tarwi, Puspita merancang sedetil mungkin rute perjalanan bagi seniornya selama menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta.
Jalur-jalurnya mengadopsi keinginan Tarwi mengenang kembali jalanan yang pernah menjadi bagian dari dirinya semasa menjadi pembalap nasional. Walaupun jarak Surabaya-Jakarta berkisar 800 km, namun Tarwi menggenjot sepedanya diperkirakan menempuh jarak antara 1000 hingga 1100 km. Pasalnya, rute perjalanan menggabungkan Jalur Utara dan Selatan Pulau Jawa.
Dari diskusi bersama Puspita Mustika Adya, pelatih sekaligus pendampingnya selama perjalanan, Tarwi akan mengawali “Tour de Java” ini tepat di hari ulang tahunnya yang ke-79, yakni 17 September.
Mengenai detil rute dan jarak tempuhnya adalah sebagai berikut :
1. 17 September, Surabaya-Lamongan-Rembang (210 km, Jalur Utara)
2. 18 Septermber, Rembang-Pati-Semarang (125 km)
3. 19 September, Semarang-Magelang-Jogjakarta (115 km, menuju Jalur Selatan
4. 20 September, istirahat total (Jogja)
5. 21 September, Jogjakarta-Banjarnegara-Purwokerto (165 km)
6. 22 September, Purwokerto-Bumiayu-Cirebon (140 km, kembali ke Jalur Utara
7. 23 September, Cirebon-Majalengka-Sumedang-Bandung (150 km)
8. 24 September, istirahat total (Bandung)
9. 25 September, Bandung-Cianjur-Sukabumi (98 km, switch ke Jalur Selatan)
10. 26 September, Sukabumi-Bogor-Jakarta (113 km, finish)

“Total jarak Pak Tarwi bersepeda dari Surabaya menuju Jakarta, sekitar 1100 kilometer. Rute perjalanan ini dibagi 8 etape dengan 2 hari istirahat total. Start setiap etape jam 6 pagi,” terang Puspita.
Mantan pebalap nasional ini menambahkan, rata-rata kecepatan (average speed) Tarwi mengayuh sepedanya diperkirakan 30 km/jam untuk rute datar. Sementara untuk rute tanjakan, rata-rata 20-25 km/jam.
“Tapi itu sudah luar biasa untuk ukuran orang seusia beliau. Bayangkan, umur 79 tahun bersepeda Surabaya-Jakarta dengan jarak lebih dari seribu kilometer ditempuh hanya dalam waktu 10 hari. Itu pun dipotong dua hari rest day,” imbuhnya.
Puspita mengungkapkan, hampir keseluruhan rute perjalanan Surabaya-Jakarta merupakan pilihan Tarwi sendiri. Kota-kota yang dilalui terutama adalah yang memiliki nilai kenangan spesial bagi Tarwi di masa jayanya sebagai atlet balap sepeda nasional.
“Tour de Java is back. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Pak Tarwi ini mampu membawa angin positif bagi dunia olahraga kita. Khususnya balap sepeda,” pungkas Puspita. (ton/04-09-2020)















