otoplasa.com, Australia – Gelaran World Superbike (WSBK) seri pertama di Australia membikin Toprak Razgatlioglu gerah akibat superkonsesi. Juara dunia tahun lalu itu geram gara-gara motor dikebiri menjadikannya sulit bersaing dengan barisan pembalap terdepan, terutama dengan Ducati. Atas dasar itulah dia mengancam bakal meninggalkan WSBK.
Toprak mengakui motornya tak kompetitif lagi ketika bersaing dengan Nicolo Bulega dan tim Ducati. Perubahan regulasi yang diberlakukan pada tahun ini menjadi faktor utama yang menghambat performanya, terutama dalam mengendalikan motor BMW M1000RR.
Salah satu penyebab yang merugikan BMW adalah pencabutan superkonsesi yang sebelumnya diberikan pada musim 2024. Superkonsesi ini memungkinkan BMW menggunakan sasis khusus yang terbukti efektif dalam mendukung performa Razgatlioglu hingga meraih gelar juara dunia. Namun, dengan berlakunya regulasi baru, BMW diwajibkan kembali menggunakan sasis standar, yang berdampak signifikan pada kestabilan dan pengendalian motor.
Razgatlioglu mengungkapkan bahwa setelah kembali ke sasis standar, ia merasakan penurunan drastis dalam aspek pengendalian, pengereman, dan traksi. “Motornya sulit dikendarai, seolah-olah saya sedang berkendara di atas es,” keluhnya.
Kondisi ini membuatnya semakin kesulitan bersaing dengan Ducati yang justru semakin mendominasi WSBK 2025. Dimana Ducati berhasil melakukan lompatan ke depan dengan motor yang semakin kompetitif.
Dominasi Ducati di WSBK 2025
Seiring dengan perubahan regulasi yang merugikan BMW, Ducati justru semakin menunjukkan dominasinya pada awal musim. Nicolo Bulega tampil impresif dengan memenangkan beberapa balapan pertama, sementara tim Ducati secara keseluruhan berhasil mengisi posisi terdepan secara konsisten.
Pada Race 1 hari Sabtu, Razgatlioglu menjadi satu-satunya pebalap non-Ducati yang mampu masuk enam besar. Sementara itu, pada balapan Minggu, podium dikuasai oleh para pebalap Ducati, dengan Andrea Iannone dan Danilo Petrucci menemani Bulega di podium Superpole Race, serta Alvaro Bautista dan Iannone di belakang Bulega pada Race 2. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan pebalap lain, termasuk Razgatlioglu, yang menyebut bahwa WSBK kini semakin mirip dengan “Ducati Cup”.
“Tahun lalu, ya, Bulega memang kuat, dan tahun ini saya tidak terkejut bahwa ia masih cepat. Tapi sekarang, semua Ducati berada di depan, ini tidak normal,” sesal Razgatlioglu.
Ancaman Toprak Hengkang dari WSBK
Kondisi yang semakin tidak seimbang ini memicu kekecewaan besar bagi Razgatlioglu. Ia menegaskan bahwa jika situasi ini terus berlanjut, ia mungkin akan mempertimbangkan untuk meninggalkan WSBK. “Saya berharap ini tidak terus seperti ini karena semua orang tidak menikmatinya. Jika Superbike tetap seperti ini di masa depan, saya tidak berpikir untuk balapan lagi di sini,” tegasnya.
Dengan tantangan besar yang dihadapi BMW dan dominasi Ducati yang semakin kuat, masa depan Razgatlioglu di WSBK kini menjadi tanda tanya besar. Apakah ia akan bertahan dan berjuang mengembalikan kompetitivitas BMW, atau memilih mencari peluang di tempat lain?
Apa lebih baik ke MotoGP ya? (ton)











