Otoplasa.com – Tepat 4 Desember 2025, resmi pengumuman bahwa Toyota Gazoo Racing (TGR) menjadi sponsor utama Tim F1 Haas musim 2026. Haas akan mengganti nama tim dengan sebutan TGR Haas F1 Team, sebagai bagian rebranding.
Kesepakatan ini memperkuat kemitraan teknis antara Toyota dan Haas, yang sebenarnya sudah dimulai sejak 2024. Dalam kemitraan tersebut, TGR menyediakan layanan desain, teknis, dan manufaktur kepada Haas.
Selain itu, Toyota bersama Haas juga menjalankan program Testing of Previous Car (TPC) yang telah dirintis sejak 2025. Sehingga memungkinkan pembalap dan engineer dari Toyota memperoleh pengalaman langsung di mobil F1 lama.
Dalam kerjasama ini, Toyota juga menyediakan dan memasang simulator pribadi untuk tim di fasilitas mereka di Banbury (Inggris), yang mulai beroperasi tahun 2026. Kemitraan ini berfokus pada tiga pilar utama: manusia (driver, engineer, mekanik), produk (mobil, suku cadang), dan pipeline (pengembangan berkelanjutan).
Bukan Tim Pabrikan
Sebagai catatan, kehadiran Toyota Gazoo Racing (TGR) sebagai sponsor utama Haas F1 2026, bukan berarti kembalinya Toyota sebagai tim pabrikan. Toyota tak menyuplai mesin maupun power unit, melainkan Haas tetap memakai mesin dari Ferrari hingga setidaknya sampai 2028.
Dengan demikian, meski nama dan logo Toyota atau TGR akan menghiasi mobil Haas, ini bukanlah kembalinya Toyota sebagai tim independen penuh di F1. Menurut pernyataan resmi, Toyota menegaskan tidak memiliki rencana membangun unit tenaga (power-unit) sendiri untuk saat ini.
Informasi tambahan, rekam jejak Toyota di Formula 1 sebagai tim pabrikan pernah terjadi pada periode 2002 – 2009. Selama delapan musim, Toyota mencatat total 140 balapan, menghasilkan 17 podium, 3 pole position, dan 3 fastest laps. Sayangnya belum pernah sekalipun mencatatkan kemenangan dalam satu kali grand prix.
Selama di F1, Toyota pernah diperkuat Ralf Schumacher, Jarno Truli hingga Timo Glock. Posisi terbaik konstruktor diraih dengan hasil finis empat besar dalam klasemen. Setelah meninggalkan F1 pada akhir 2009, Toyota fokus ke ajang balap lain seperti endurance, rally, dan balap ketahanan.
Ingin Berperan di F1
Seiring dengan kembalinya nama TGR di Haas, menunjukkan bahwa Toyota ingin kembali berperan di F1 namun dengan pendekatan berbeda. Mereka tidak mengejar kemenangan instan, melainkan membangun fondasi teknis, sumber daya manusia, dan kapabilitas manufaktur.
Bagi Haas, kemitraan ini memberi akses ke sumber daya besar dari Toyota, serta potensi peningkatan kompetitif melalui desain dan teknik. Kolaborasi ini juga bisa mempengaruhi dinamika persaingan antar tim di F1, terutama di era ketika manufaktur, data, dan teknologi menjadi sangat penting.
Bagi fans dan pengamat, ini membuka pertanyaan: apakah dalam beberapa tahun ke depan Toyota akan kembali sebagai tim penuh, atau hanya sebagai mitra teknis untuk beberapa tim?
Mengingat Honda juga mengambil peran serupa tak menjadi tim pabrikan lagi, melainkan bekerja-sama dengan Aston Martin di 2026 dan mengakhiri kemitraannya dengan Red Bull. (ton)









