otoplasa.com, Jakarta – Yang penasaran bagaimana Toyota menghadirkan versi hybrid pada segmen Low MPV, dalam hitungan beberapa bulan ke depan akan terwujud. Pasalnya Toyota Veloz Hybrid telah mejeng di database Samsat DKI Jakarta dan besar kemungkinan mobil ini akan meluncur pula di tahun ini.
Demi teknologi hybrid, Toyota akan mecantumkan tambahan harga berkisar Rp 35 jutaan dari versi standar. Upaya pabrikan berlambang tiga elips ini menunjukkan komitmennya di segmen kendaraan ramah lingkungan. Di data samsat memperlihatkan kode W102RE untuk varian 1.5 Q HV CVT dan 1.5 Q HV CVT TSS.
Yang menarik peta persaingan antara mobil berteknologi hybrid akan semakin seru, seiring dengan rencana Mitsubishi yang bakal memasarkan model serupa. Kabar menyebutkan Mitsubishi Xpander Hybrid juga akan menyapa pasar Indonesia. Jadi mari kita tunggu merek mana, antara Toyota Veloz Hybrid atau Mitsubishi Xpander Hybrid yang bakal menjadi LMPV pertama di Indonesia berteknologi hybrid yang lebih advance.
Mengingat sesungguhnya Suzuki Ertiga yang telah menawarkan teknologi seperti ini, hanya saja menganut sistem mild hybrid, atau bisa kita sebut sistem hybrid yang lebih sederhana karena hanya mengandalkan kinerja baterai saja.
Spesifikasi Mesin dan Performa
Sesungguhnya sangat mudah bagi Toyota memilih dapur pacu hybrid untuk Toyota Veloz bahkan Avanza sekalipun. Ini karena telah ada Yaris Cross Hybrid. Dimana SUV ini memakai mesin bensin 1.500 cc 2NR-VEX berteknologi Atkinson cycle yang menghasilkan tenaga sebesar 91 PS dengan torsi 121 Nm. Tenaga tambahan datang dari motor listrik yang mampu menghasilkan daya 80 PS dan torsi 141 Nm. Kombinasi sistem hybrid ini memberikan tenaga total sekitar 111 PS.
Oh ya gara-gara memakai teknologi Atkinson cycle, mesin ini menandakan anti ngelitik. Jadi memakai bensin RON 90 tak masalah. Logika gampangnya adalah kalaupun mesin akan mengalami gejala ngelitik, maka sistem hybrid pun akan memberikan tambahan tenaga kepada mesin, sehingga potensi terjadinya ngelitik akan hilang dengan sendirinya.
Sebagai mobil hybrid, Toyota Veloz akan mengusung transmisi e-CVT yang dikenal halus dan efisien dalam menyalurkan tenaga. Ditambah dengan baterai lithium-ion berkapasitas 0,7 kWh, mobil ini diprediksi menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik dibandingkan model konvensional.
Keunggulan Teknologi Hybrid Toyota
Toyota Veloz Hybrid menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan dengan model bensin konvensional, di antaranya:
1. Efisiensi Bahan Bakar
– Berkat teknologi hybrid, konsumsi bahan bakar lebih irit dengan memanfaatkan motor listrik dalam berbagai kondisi berkendara.
2. Ramah Lingkungan
– Emisi gas buang yang lebih rendah menjadikan Toyota Veloz Hybrid sebagai pilihan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
3. Pengalaman Berkendara Lebih Nyaman
– Kombinasi mesin dan motor listrik memberikan akselerasi yang lebih halus dan responsif.
4. Dukungan Insentif Pemerintah
– Dengan adanya insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil hybrid produksi lokal, harga jual dapat ditekan sehingga lebih kompetitif di pasaran.
Perkiraan Harga dan Fitur Tambahan
Berdasarkan data Samsat DKI Jakarta, nilai jual kendaraan untuk Toyota Veloz Hybrid lebih mahal sekitar Rp 32-35 juta dibandingkan model standar. Hal ini dapat disebabkan oleh penggunaan teknologi hybrid serta kemungkinan tambahan fitur eksklusif. Meski belum ada informasi resmi mengenai perubahan desain atau fitur tambahan, banyak pihak yang memperkirakan bahwa Veloz Hybrid akan membawa sejumlah peningkatan agar lebih menarik bagi konsumen.
Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, Toyota Veloz Hybrid berpotensi menjadi pilihan sangat menggoda di segmen LMPV. Konsumen yang menginginkan kendaraan irit, ramah lingkungan, dan berteknologi canggih dapat menantikan kehadiran mobil ini di pasar Indonesia dalam waktu dekat. (boi)









