otoplasa.com – Bayangkan dari Rp 250 ribu biaya membajak sawah perhari dengan traktor plus tenaga manusia, berkurang menjadi Rp 150 ribu. Jelas lebih murah. Itu semua berkat inovasi penggunaan teknologi remote control di kendaraan traktor.
Itulah yang terjadi di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Berkat kemampuan warganya memodifikasi pengoperasian mesin traktor pembajak sawah menggunakan remote control, biaya membajak sawah menjadi lebih murah. Kendati warga setempat menjulukinya sebagai traktor hantu, karena mampu jalan sendiri.
Petani yang memodifikasinya adalah Zainul Alim (43). Ia pun kini bisa membantu meringankan beban petani dalam membajak sawah dengan biaya yang lebih murah.
“Membajak setengah hektar sawah dengan mesin traktor manual butuh waktu dua hari, dengan traktor hantu ini dapat dilakukan hanya selama sehari,” jelas Zainul Alim.
“Tujuan saya memodifikasi traktor hantu ini untuk membantu petani agar lebih mudah dan cepat membajak sawah. Sebab, saat ini operator traktor pembajak sawah manual sudah minim sekali. Dengan traktor hantu ini, operator juga tidak pegal-pegal, cukup duduk dan pegang remote,” ungkapnya.
Untuk memodifikasi traktor miliknya itu, dia mengaku mengeluarkan dana hingga Rp 50 juta. Zainul mendapatkan bantuan dari teman-temannya yang ahli elektronika dan berkat remote control, traktornya dapat dikendalikan dari jarak hingga radius 1 kilometer.
“Saat ini traktor hantu ini sudah membajak sawah 5 hektar, sekarang mulai lagi 6 hektar. Setelah ini ada lagi 6 hektar. Total sawah yang kemitraan dengan kami ada 50 hektar,” bangganya. (*/boi/jatimnow)









