Otoplasa.com – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam memajukan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT ini berfokus pada peningkatan mutu pendidik. Melalui Program Pendidikan Satu Hati, TSM Honda sukses menghasilkan Guru Kompeten dan Lulusan Berkualitas demi kebutuhan industri otomotif.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 200 guru produktif SMK mengikuti program khusus ini. Pelatihan intensif tersebut diselenggarakan langsung di MPM Learning Center. Para guru mendapatkan pembekalan Pelatihan Modul Dasar serta Sertifikasi Bronze. Mereka juga menempuh Pelatihan Modul Lanjutan dan Sertifikasi Silver.
Pada level Bronze, materi fokus pada kemampuan dasar perawatan motor Honda. Sementara pada level Silver, para guru mendalami materi maintenance dan repair. Mereka diajarkan diagnosis, perbaikan, hingga penanganan teknologi sepeda motor terbaru.

Praktik Standar AHASS
Selain teori, para peserta juga melakukan praktik langsung dengan standar AHASS. Pendekatan ini membuat proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih aplikatif bagi siswa.
Technical Service Division Head MPM Honda Jatim, M. Bondan Priyoadi, menegaskan pentingnya program ini. Menurutnya, guru adalah ujung tombak pendidikan vokasi di sekolah.
“Kompetensi mereka harus terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi sepeda motor Honda. Melalui pelatihan dan sertifikasi Bronze maupun Silver, kami ingin memastikan guru TSM Honda memiliki standar kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri, sehingga mampu mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing,” ujar Bondan.
Langkah ini adalah bagian dari semangat Sinergi Bagi Negeri milik MPM Honda Jatim. Komitmen ini bertujuan menghadirkan pendidikan vokasi berkualitas tinggi. Keberhasilan vokasi diukur dari kualitas kompetensi siswa saat memasuki dunia kerja.
Dukung Penyelarasan Kurikulum
Kerja sama dengan SMK binaan ini juga mencakup banyak aspek penunjang lain. MPM Honda Jatim mendukung penyelarasan kurikulum industri dan penyediaan media praktik. Mereka juga memfasilitasi uji kompetensi hingga program Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah-sekolah binaan TSM Honda. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang siap memasuki dunia kerja,” tambah Bondan.
Melalui program berkelanjutan ini, lahir lulusan TSM Honda yang profesional dan siap berkarier. Alumni SMK diproyeksikan menjadi mekanik, Service Advisor, kepala bengkel, hingga instruktur otomotif. (boi)









