otoplasa.com, Italia – Menjelang MotoGP musim 2024, Valentino Rossi sangat yakin bahwa sang adik, Luca Marini akan bangkit bersama Honda. Kendati terkesan nepotisme, pemilik gelar juara dunia sembilan kali itu optimis kepindahan Marini dari Ducati ke pabrikan sayap mengepak akan menjadikan karirnya bersinar.
Bahkan terang-terangan The Doctor memastikan para pembalapnya alumnus VR46 Academy bakal menikmati MotoGP musim 2024 dengan indah. Kepada Sky Rossi menuturkan progres besar-besaran akan terjadi di Honda. Luca Marini akan mampu membawa motornya bersaing di barisan terdepan.
“Balapan di 2024 akan menjadi tahun yang indah. Rider kami jebolan akademi akan memiliki motor yang sangat kompetitif,” yakin mantan pembalap yang pernah memperkuat Honda, Ducati dan Yamaha.
Baca juga: Marc Marquez Tunjuk 1 Nama Rival Berat, Bukan Pecco & Martinator
Secara signifikan Rossi menyebutkan para anak didiknya bakal langganan di barisan terdepan. Baik itu yang menunggangi Ducati dan Honda.
“Pecco adalah juara dunia dan membalap untuk tim pabrikan, sedangkan Morbidelli bakal menaiki motor resmi Ducati, yaitu dari tim Pramac. Sedangkan Bez akan membalap dengan warna VR46 dan kemudian Marini bersama Honda,” ungkapnya.
Lebih jauh Rossi memaparkan keyakinannya terhadap kebangkitan Honda bersama Marini karena di tahun ini bakal mendapatkan perlakuan istimewa seiring dengan mendapatkan hak konsesi. Sebagai tim pabrikan dengan raihan hasil terpuruk di 2023, maka konsesi Honda berhak melakukan tes privat latihan lebih banyak untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di motornya.
Baca juga: Media Australia Kagum Kiprah Veda Pratama Rintis MotoGP
Bila insinyur Honda dan para pembalapnya mampu memanfaatkan konsesi istimewa ini, bukan tak mungkin Marini bersama Joan Mir akan tampil kompetitif. Mengingat hasil tes di Valencia lalu, Marini langsung menyatu dengan Honda dan hanya berselisih sepersekian koma detik dengan pembalap yang menaiki Ducati. Progress positif inilah yang memberikan keyakinan kepada Rossi bahwa sang adik beda ayah ini akan menemukan jalur juara dunia.
Sebagai catatan, di 2023 Honda mencatatkan finish di posisi terakhir pada klasemen konstruktor. Selain itu tahun lalu satu-satunya kemenangan hanya diraih oleh Alex Rins bersama Tim Satelit LCR Honda, dan mantan pembalap Suzuki itu pun memilih hengkang dan bergabung bersama pabrikan Yamaha di 2024.
Di sisi lain, bila Rossi meramalkan mantan para pembalap akademinya akan lebih bersinar, mungkin wajib mewaspadai kebangkitan Marc Marquez. Pembalap Spanyol itu lebih memilih Gresini Ducati daripada harus membela Honda, yang telah memberikannya gelar juara dunia 6 kali di kelas utama. Marc akan menjadi kuda hitam yang bisa merubah dominasi para pembalap kampiun di barisan depan. (boi)
Cek artikel www.otoplasa.com yang lain di Google News.









