otoplasa.com – Persaingan mobil listrik antar pabrikan semakin menarik dan memanas. CEO Volkswagen, Herbert Diess menegaskan siap kalahkan Tesla pada 2025 nanti karena telah memahami kelemahan serta kesulitan raksasa mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut.
Diess yang telah memimpin Grup Volkswagen sejak 2018, telah memantau pergerakkan Tesla dan mengetahui bahwa pesaing beratnya itu sedang berjuang dari kesulitan dalam meningkatkan produksinya karena kekurangan baterai. Dia percaya saat ini boss Tesla, Elon Musk sedang dalam tekanan berat.

“Elon saat ini sedang berjuang keras bagaimana menjadikan produksi mobilnya di Austin [Texas] dan Grünheide [Berlin] serta Shanghai berjalan normal. Energi dia akan terkuras habis,” papar Herbert Diess di Wolfsburg, sesuai laporan Financial Times.
“Kami harus menangkap peluang ini dan mengejarnya dengan cepat. Pada tahun 2025, kita bisa memimpin dan mengalahkan mereka,” lanjut Diess yang tak mau kehilangan momen istimewa.
Di sisi lain, Musk tak menampik dan mengakui bahwa pabrik baru Tesla di AS dan Jerman mengalami kerugian miliaran dolar akibat masalah di pelabuhan, terutama pengiriman dan di China yang kekurangan pasokan baterai.

“Saat ini uang kita seakan terbakar di tungku raksasa karena masalah di pabrik Berlin dan Austin. Dan kondisi ini sangat serius,” tegas Musk dihadapan Tesla Owners of Silicon Valley pada Mei lalu.
Bila itu yang terjadi di Austin dan Berlin, di China pun pabrik Tesla juga terdampak kasus pandemi Covid. “Dua tahun terakhir seperti mimpi buruk karena rantai pasokan terganggu, dan hingga saat ini tak sepenuhnya kami belum keluar dari masalah ini,” sesal Musk.
“Tak kalah penting bagaimana kami menjaga pabrik tetap beroperasi dan tetap dapat membayar orang dan tidak bangkrut?” lanjut Musk.

Tentang peluang Tesla bakal tertinggal oleh pabrikan Jerman yang kini getol membikin mobil listrik, Musk tak ambil pusing. Baginya klaim tersebut masih jauh panggang dari api, karena permintaan mobil Tesla masih sangat tinggi.
“Permintaan mobil kami sangat tinggi dan daftar tunggunya panjang. Kami secepat mungkin meningkatkan kapasitas produksi,” terangnya.
Mengetahui lawan bisnisnya masih optimis sebagai pemimpin pasar mobil listrik, Diess memaparkan Volkswagen akan tampil lebih kuat khususnya di 2022 ini. Sejauh ini pabriknya di China telah meningkatkan volume produksinya, terutama EV, kendati sempat pula merasakan penutupan pabrik akibat Covid. Bahkan tak hanya di Tiongkok, pabrik VW di Zwickau, Jerman telah berjalan normal lagi kendati sempat terganggu akibat berkurangnya hambatan pasokan semikonduktor.

Untuk tahun ini saja (2022), Volkswagen menargetkan volume produksinya bisa mencapai sekitar 800.000 EV. Yang berlanjut bertambah menjadi 1,2 juta unit pada 2023, khususnya setelah beberapa pabriknya mengalami perombakan besar-besaran. Dengan prediksi dan progres tahunan yang berlanjut, tak mengherankan Diess yakin pada 2025 nanti atau 3 tahun ke depan, produksi VW akan mengalahkan Tesla. Dimana Tesla sendiri di awal 2022 telah memproduksi 1,5 juta EV.
Tampaknya makin seru memantau siapa yang akan menjadi raja pabrikan mobil listrik sejati. (anto)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









