otoplasa.com, Thailand – Tabiat guru menurun pada muridnya, benar-benar terjadi pada Francesco Bagnaia. Murid padepokan VR46 Academy milik Valentino Rossi itu, baru saja mengeluarkan pernyataan bahwa poinnya defisit karena imbas insiden dengan Alex Marquez di Motorland.
Akibat keduanya bertabrakan poin menguap hingga menjadi penyebab perbedaan dengan pimpinan klasemen, Jorge Martin. Alex Marquez pun dianggap sebagai kambing hitam hilangnya poin berharga.
“Kini dia gugup dalam perebutan gelar juara dunia dengan Jorge. Ocehannya sekarang mencari kesalahan orang lain di balapan sebelumnya. Apa benar kondisinya sekarang akibat kontak dengan saya di Motorland?” tanya Alex Marquez.
“Wajar kini pikirannya dikacaukan oleh perebutan gelar juara dunia. Dimana dia sendiri tidak bisa mengendalikannya 100 persen seperti insiden yang dia alami bersama saya,” sindir Alex.
Alex menegaskan pengawas lomba saat insiden terjadi telah menyebutkan itu adalah racing incident. Dimana tak ada sanksi yang diberikan pada kedua pembalap. Dan kalau mau jujur, Alex memaparkan Bagnaia kurang memperhitungkan dalam melakukan aksi menyalip dirinya.
“Usai kejadian insiden, dia menyebutkan saya sengaja terus memutar gas tanpa ada upaya pengereman. Padahal gas berputar karena saya sedang balapan dan dia seketika menjadi penyebab insiden hingga mendorong saya keluar lintasan. Baru beberapa jam setelah melihat data telemetri, dia meminta maaf dan sekarang mengungkit penyebab dia defisit poin dengan Jorge,” ungkap adik kandung Marc Marquez ini.
Nah jika akhir musim nanti Pecco benar-benar gagal mempertahankan gelar juara dunianya dan kini sudah mencari kambing hitam, perilakunya tak ubahnya mirip dengan Valentino Rossi. Hingga kini pun Rossi tetap beranggapan kegagalannya di MotoGP musim 2015 adalah karena ulah Marc Marquez. Dimana saat itu dia dipaksa untuk melakukan start di Valencia dari urutan paling belakang, akibat buah dari insiden Sepang, Malaysia. (boi)









