Otoplasa.com – Jomplangnya prestasi Francesco ‘Pecco’ Bagnaia dan Marc Marquez di tim pabrikan Ducati mendapat sorotan. Semua menyimpulkan Pecco alami krisis mental dan Si Semut Cervera sebagai penyebab. Marc layak disalahkan karena merusak keseimbangan tim.
Tentu hal ini memunculkan pro dan kontra. Psikolog merangkap mental coach Formula Medicine, Riccardo Ceccarelli menyebutkan Pecco mengalami krisis psikologis. Dokter asal Viareggio yang hadir di paddock MotoGP San Marino bertugas mengamati kondisi Bagnaia.
Menurutnya, performa buruk Bagnaia bukan masalah teknis, melainkan penurunan motivasi dan konflik internal. “Bagnaia punya sesuatu yang istimewa, tapi kini terganggu faktor psikologis,” ucap Ceccarelli.
Pindah Tim
Ia menilai sulit melihat Bagnaia terpuruk di Ducati, padahal potensinya sangat tinggi. Ia berharap Pecco mempertimbangkan pindah ke tim pabrikan lain demi masa depan kariernya.
Sementara itu, Alvaro Bautista menyoroti dampak kehadiran Marc Marquez di Ducati. Marquez mendominasi MotoGP 2025 dengan 25 kemenangan dan 512 poin. Namun Bautista mengingatkan, Marquez lebih fokus pada kecepatan instan ketimbang pengembangan motor.
Ia menilai hal itu bisa merugikan Ducati dalam jangka panjang. Bautista membandingkan Marquez dengan Dani Pedrosa saat di Honda. Pedrosa membantu pengembangan motor, sementara Marquez hanya peduli kecepatannya sendiri. Meski begitu, Bautista tetap memuji bakat unik Marquez yang mampu menguasai motor dengan gaya ekstrem.
Mental Kuat Lawan Rossi
Di sisi lain, Jorge Lorenzo juga memberi pandangan soal Marquez yang terbukti bermental kuat dibandingkan rekan setimnya saat ini. Kekuatan mentalnya itu telah terukir sejak lama di pentas MotoGP. Terutama rivalitasnya dengan Valentino Rossi.
Menurut Lorenzo, sikap diam Marquez terhadap Rossi justru membuatnya semakin kuat mental. Ia membandingkan Marquez dengan Lionel Messi yang membungkam kritik lewat performa di lapangan.
“Marquez adalah pembalap paling berbakat di era sekarang,” kata Lorenzo.
Lorenzo menyoroti Bagnaia yang tengah kesulitan menghadapi tekanan. Meski begitu, ia yakin Bagnaia tetap juara dunia berbakat yang bisa bangkit kembali, terutama di musim berikutnya. Selain itu tak hanya Pecco, Jorge Martín dan Alex Márquez juga menjadi pesaing besar di masa depan. Marco Bezzecchi disebut tampil bugar dan berani menyerang meski belum konsisten.
Hal menarik juga diungkapkan Team Manager Trackhouse, Davide Brivio. Ia ikut menilai dominasi Marquez di Ducati. Disebutkan musim 2025 memang spektakuler bagi Marquez dengan 25 kemenangan.
Namun Brivio percaya, musim 2026 tak akan semulus sekarang. Menurutnya, rival pasti menyiapkan strategi untuk menghentikan dominasi Marquez. (boi)









