Otoplasa.com – Divisi mobil mewah Honda, Acura menegaskan bahwa mesin hybrid masih menjadi prioritas utama dibandingkan full listrik. Itu karena kondisi pasar masih belum sepenuhnya menerima mobil listrik.
Acura resmi mengubah strategi bisnisnya setelah menyadari mobil listrik murni belum sepenuhnya diminati konsumen. Penjualan mobil listrik global memang meningkat, namun tidak sesuai ekspektasi banyak analis dan produsen otomotif. Karena itu, sejumlah merek beralih ke teknologi hybrid sebagai jembatan antara mesin konvensional dan kendaraan listrik.
Sebelumnya, Acura hanya fokus pada mesin pembakaran internal (ICE) dan mobil listrik. Namun seiring dengan permintaan konsumen, akhirnya strategi bisnis berubah haluan.

Strategi Honda Tepat Sasaran
CEO American Honda, Kazuhiro Takizawa, menegaskan bahwa permintaan pasar tak memungkinkan Acura hanya mengandalkan mobil listrik. “Kami akan memaksimalkan produksi ICE dan hybrid demi memenuhi kebutuhan konsumen di Amerika Utara,” kata Takizawa.
Ia menambahkan, strategi Honda untuk berinvestasi pada fasilitas produksi fleksibel di Ohio terbukti sangat tepat. Pabrik tersebut memungkinkan produksi ICE, hybrid, dan EV pada jalur yang sama sesuai kebutuhan pasar.
Meski begitu, konsumen tak perlu berharap hybrid Acura segera meluncur dalam waktu dekat. Takizawa menjelaskan, perubahan sistem penggerak membutuhkan waktu panjang karena harus melalui uji tabrak dan pengembangan ulang.
“Butuh empat tahun atau lebih untuk menghadirkan model baru dengan teknologi hybrid,” jelasnya.
Perlu Waktu Kehadiran Acura Hybrid
Artinya, meskipun keputusan sudah diambil, konsumen tetap harus menunggu beberapa tahun lagi. Dalam wawancara terpisah dengan Auto News, petinggi Honda lainnya, Katsushi Inoue, menegaskan hybrid kini sangat serius dipertimbangkan.
Menurutnya, opsi hybrid selalu ada, namun kini menjadi bagian penting dari strategi Acura. Meski belum mengungkap model yang akan mendapat sistem hybrid, Acura mempertimbangkan opsi pada model eksisting.
Selain itu, pabrikan juga membuka peluang menghadirkan model baru khusus hybrid. Tentu langkah Acura mencerminkan realitas pasar otomotif saat ini. Transisi penuh ke mobil listrik membutuhkan waktu. Dengan strategi hybrid, Acura berusaha menjaga keseimbangan antara inovasi dan kebutuhan nyata konsumen. (boi)















