Alila Solo Goda Potensi Surabaya

Surabaya (otoplasa.com) – Di tengah kemudahan mencari lokasi hunian hotel di beberapa kota hingga lintas negara dengan beragam aplikasi online, mendapat perhatian serius dari Manajemen Alila Solo. Demi upaya jemput bola dan menghadapi ketatnya persaingan hospitality, kali ini Alila Solo melakukan pendekatan yang lebih inten kepada seluruh instansi baik itu Travel Agent, Corporate bahkan seluruh rekan Media.

Maka terpilihlah Surabaya untuk menggelar beberapa acara. Meskipun masih tergolong hotel muda yang berdiri hampir tiga tahun, Alila menggelar Gathering Travel Agent dan Corporate yang di langsungkan pada Rabu (29/8) di De Soematra 1910 Restaurant dan Media Gathering, Kamis (30/8) di Larazeta Restaurant.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih atas kerjasama yang diberikan wilayah Jawa Timur yang terwakilkan kota Surabaya, khususnya Travel Agent, Corporate hingga seluruh rekan Media yang mempercakan Alila Solo sebagai patners dalam segala bentuk kerjasama , berita dan tujuan wisata di Jawa Tengah,” ucap Yanita Supardjan selaku Director of Sales, yang ditemani Food and Beverage Manager Sepvanzo Saragih serta General Manager Alila Solo Alasdair Davidson.

Lalu seperti apakah gambaran Alila Hotel di Solo?
Ciri khas dari Alila adalah kombinasi dari desain inovatif dan mewah di lokasi yang unik, terisolasi dari hiruk pikuk dan keramaian dan menawarkan ruang pribadi yang tiada duanya, keramah-tamahan yang dipersonalisasi dan pengalaman menginap yang imersif di sebuah destinasi yang menawan.

Alila yang berarti “Surprise” atau kejutan yang menyenangkan dalam bahasa Sanskerta, menggambarkan dengan tepat karakter menyegarkan dari properti serta reaksi dari para tamu ketika mereka tinggal. Untuk mendukung pariwisata berkelanjutan, hotel Alila mengadopsi standar operasi EarthCheck, yang mengintegrasikan unsur-unsur alami, fisik dan budaya dari lingkungannya masing-masing.

Menginap di salah satu resor atau hotel di Alila akan mendapat pengalaman menginap yang sarat akan pembelajaran. Baik itu menciptakan cita rasa kuliner lokal, meningkatkan kebugaran tubuh melalui seni penyembuhan kuno, merasakan sensasi olahraga petualangan atau berpartisipasi dalam “Volun-Tourism”. (ian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *