Otoplasa.com – Pembalap muda binaan Yamaha Racing Indonesia (YRI), Arai Agaska Dibani Laksana, terus mematangkan persiapan menjelang putaran keempat World Sportbike Championship 2026. Bersama Yamaha R7, siap berlaga di Sirkuit Aragon, Spanyol, pada 29–31 Mei 2026.
Tentu menjadi momentum krusial bagi pembalap asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut untuk melanjutkan progres positif di kancah dunia. Sebagai bagian dari persiapan intensif, Arai telah menyelesaikan program training camp selama sepekan di Italia.
Berkolaborasi dengan tim ProGP NitiRacing, agenda ini difokuskan untuk memperdalam aspek teknis serta mempercepat adaptasi dengan motor Yamaha R7 yang menjadi tunggangannya musim ini.

Modal Pengalaman dan Regulasi Baru
Keberhasilan membawa pulang poin perdana pada putaran sebelumnya di Autodrom Most, Republik Ceko, menjadi suntikan motivasi yang signifikan. Terlebih lagi, Sirkuit Aragon bukanlah medan baru bagi pembalap muda Indonesia ini.
Pada musim 2025 lalu, saat berkompetisi di ajang R3 bLU cRU World Cup, Arai sukses menembus posisi 10 besar dalam dua race yang digelar di sirkuit sepanjang 5,078 km tersebut. Karakter sirkuit yang sudah dikenal dengan baik ini diharapkan mempermudah rider tanah air tersebut dalam menemukan set-up terbaik sejak sesi latihan bebas.
Selain faktor sirkuit, peta persaingan di Aragon diprediksi akan semakin menarik berkat adanya penyesuaian regulasi teknis terbaru. Perubahan terkait batas RPM serta pengurangan bobot minimal motor diharapkan mampu mendongkrak daya saing dan performa mekanis Yamaha R7 di lintasan.
Optimisme Pembalap dan Evaluasi Manajemen
Menghadapi tantangan di Spanyol, Arai Agaska menyatakan kesiapannya untuk kembali bertarung di zona poin.
“Saya akan berjuang untuk kembali meraih poin di Aragon. Karena itu, berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk training camp di Italia bersama tim ProGP NitiRacing yang sangat membantu saya memahami aspek teknis dan karakter Yamaha R7 lebih dalam. Saya optimistis bisa tampil lebih baik di Aragon karena sudah memiliki pengalaman balapan di sirkuit tersebut saat mengikuti R3 bLU cRU World Cup. Semoga hasil yang diraih nanti sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ungkap Arai.
Hingga menjelang seri keempat ini, Arai berada di posisi ke-27 klasemen sementara dengan torehan 1 poin. Sebagai musim debut di kejuaraan dunia, setiap putaran menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga dalam mengasah mental dan kemampuan balapnya di level internasional.
Senada dengan sang pembalap, pihak manajemen PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah konsistensi pengembangan performa.
“Kami terus melakukan berbagai evaluasi dan pembenahan yang dibutuhkan agar performa Arai semakin optimal di World Sportbike. Peningkatan yang terlihat pada putaran sebelumnya di Most menjadi modal penting untuk menghadapi seri Aragon. Kami berharap tren positif ini dapat berlanjut dan memberikan hasil yang semakin baik, termasuk peluang untuk kembali meraih poin. Setiap progres yang dicapai merupakan hasil dari kerja keras pembalap dan tim yang terus berkembang bersama sepanjang musim ini,” ujar Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT YIMM.
Dengan kombinasi modal pengalaman sirkuit, persiapan matang di Italia, serta dukungan teknis yang terus berkembang, Arai Agaska diharapkan mampu membawa bendera Merah Putih bersaing lebih kompetitif di barisan depan World Sportbike Championship 2026. (boi)














