Asuransi Wajib Paham, Biaya Perbaikkan EV Lebih Menguras Kantong!

Kendaraan ICE Masih Jauh Lebih Murah

Otoplasa.com – Bagi yang akan membeli EV atau kendaraan listrik, maupun perusahaan asuransi wajib paham fenomena ini. Bahwa biaya perbaikkan bagi kendaraan listrik usai mengalami kecelakaan, ternyata berpeluang lebih menguras kantong dibandingkan mobil konvensional atau ICE (internal combustion engine).

Hal ini terjadi di Inggris namun dapat menjadi acuan mengingat populasi kendaraan listrik di sana sudah berjibun. Dengan kata lain adopsi kendaraan elektrifikasi memang terus meningkat secara global saat ini. Namun, para pemilik kendaraan ramah lingkungan ini wajib bersiap menghadapi kenyataan pahit.

Biaya perbaikan mobil listrik ternyata jauh lebih mahal daripada kendaraan konvensional bermesin bensin maupun diesel. Data terbaru dari penyedia layanan otomotif AX mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan bagi industri.

Biaya Perbaikkan Lebih Tinggi 19 Persen
Biaya perbaikan kendaraan listrik pasca insiden atau kecelakaan tercatat 19 persen lebih tinggi daripada mobil ICE. Selain mahal, durasi pengerjaan di bengkel juga 9 persen lebih lama dari mobil biasa.

Asosiasi Asuransi Inggris bahkan menyebut angka kerugian yang jauh lebih besar lagi bagi konsumen. Mereka menyatakan bahwa pengeluaran perbaikan mobil listrik bisa 25 persen lebih tinggi dibanding mobil konvensional.

Mengapa Biaya Perbaikan Begitu Mahal?
Secara mekanis, konstruksi mobil listrik sebenarnya jauh lebih sederhana daripada mobil bermesin pembakaran internal. Namun, beban kerja nyata saat proses perbaikan di bengkel justru menjadi jauh lebih berat.

Komponen pengganti khusus untuk kendaraan listrik memiliki harga beli yang sangat tinggi di pasar. Selain itu, proses kalibrasi teknologi wajib dilakukan meskipun mobil hanya mengalami kerusakan kecil.

Seperti yang disampaikan Scott Hamilton-Cooper, Chief Commercial Officer AX, memberikan penjelasan resminya mengenai fenomena industri ini. “Pertumbuhan mobil listrik menciptakan peluang sekaligus tantangan baru bagi sektor perbaikan kecelakaan. Kendaraan listrik masih menempatkan beban yang lebih besar pada seluruh proses perbaikan di bengkel. Hal ini sebagian karena suku cadang EV lebih mahal. Mereka juga biasanya memerlukan kalibrasi, bahkan untuk perbaikan kecil sekalipun,” ujar Scott.

Dampak tingginya biaya perbaikan mobil listrik dibandingkan mobil konvensional kini menjadi perhatian serius berbagai pihak terkait. Masalah paling krusial terletak pada penanganan komponen baterai inti setelah terjadi benturan keras. Mobil listrik sering langsung dianggap hancur total walau hanya mengalami tabrakan ringan saja.

Perusahaan Asuransi Kurang SDM Berpengalaman
Pihak perusahaan asuransi kerap kekurangan alat diagnostik canggih untuk memeriksa kondisi sistem baterai. Ketiadaan keahlian khusus membuat opsi penggantian total baterai menjadi jalan pintas utama bagi bengkel.

Langkah sepihak ini otomatis langsung memicu lonjakan nilai kerugian total yang sangat besar. Dampaknya, biaya kepemilikan total kendaraan jenis ini menjadi semakin tinggi dan memberatkan konsumen.

Tantangan Besar Industri Masa Depan
Riset dari FWD Consulting memperingatkan potensi kerugian bisnis yang sangat masif setiap tahunnya. Perusahaan menghadapi risiko kerugian klaim hingga ratusan juta poundsterling akibat keterbatasan kapasitas bengkel. Kemampuan industri perbaikan saat ini dinilai belum mampu mengejar cepatnya laju adopsi mobil listrik.

Sektor asuransi dan jaringan bengkel dituntut harus terus berinvestasi pada peralatan modern. Peningkatan kompetensi mekanik juga mutlak diperlukan demi menekan tingginya biaya perbaikan mobil listrik dibandingkan mobil konvensional.

Standardisasi baru kini mulai diluncurkan untuk memastikan proses pemeliharaan berjalan lebih ekonomis. Alhasil masyarakat selaku konsumen harus semakin bijak dan memahami dinamika risiko kepemilikan mobil listrik ini.

Jadi mulai sekarang sudah dapat dibayangkan bakal seperti apa pemilik mobil harus bersikap dan langkah persiapan apa yang harus dilakukan perusahaan asuransi atau yang terkait lainnya. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *