Belajar Dari Marquez – Honda, KTM Khawatir Kehilangan Pedro Acosta

Di Tengah Tantangan Finansial

otoplasa.com, Austria – KTM harus benar-benar belajar dari fenomena yang terjadi di bursa pembalap MotoGP jika tak ingin kehilangan pembalap terbaiknya, Pedro Acosta. Kepindahan Marc Marquez dari Honda adalah contoh nyata bagaimana seorang pembalap lebih termotivasi mengejar prestasi menggapai juara dunia dibandingkan gaji ratusan miliar. Marquez rela pergi dari Honda demi mencari motor terbaik yang ada di Ducati,

Di tengah tantangan finansial dan agresifnya manajer pembalap mencari tim terbaik itulah, KTM sangat wajar bila khawatir dengan hengkangnya Pedro Acosta di lain waktu. Seperti diketahui dalam beberapa bulan terakhir, KTM menghadapi tantangan besar terkait masalah finansial yang memicu kekhawatiran mengenai masa depan proyek MotoGP mereka. Meskipun telah dilakukan restrukturisasi utang, kelangsungan tim tetap bergantung pada dukungan investor.

KTM Kehilangan Pedro Acosta
KTM Khawatir Kehilangan Pedro Acosta

Situasi inilah yang menimbulkan spekulasi terkait kemungkinan pembalap muda berbakat mereka, Pedro Acosta, untuk hengkang ke tim lain, khususnya Ducati. Dimana hal ini menjadi bayangan nyata dari ancaman serupa dengan kepindahan Marc Marquez ke Ducati.

Kekhawatiran akan hengkangnya Acosta mengingatkan publik pada kepindahan Marc Marquez dari Honda ke Ducati. Marquez, yang telah lama menjadi ikon Honda, akhirnya memilih untuk bergabung dengan Gresini Ducati demi peluang lebih besar dalam meraih kemenangan. Situasi serupa bisa terjadi pada Acosta jika KTM gagal memberikan motor yang kompetitif dalam dua tahun ke depan.

Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, menyadari betul risiko kehilangan Acosta. Dalam wawancaranya dengan Servus TV, ia mengungkapkan bahwa banyak tim di paddock yang tertarik dengan bakat luar biasa Acosta. Beirer menegaskan bahwa masa depan KTM di MotoGP sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk bersaing secara konsisten di podium.

Meski menghadapi ketidakpastian finansial, KTM tetap berupaya mempertahankan daya saingnya di MotoGP. Pit Beirer meyakinkan para pembalap bahwa tim tetap berkompetisi dengan motor yang kompetitif. Rumor mengenai kepindahan Acosta sempat mencuat apabila KTM mundur dari MotoGP, tetapi sang pembalap tetap optimis menatap musim 2025 dengan RC16 yang lebih baik.

Insiden di GP Thailand, di mana Acosta mengalami kecelakaan dan gagal meraih hasil maksimal, menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia bertekad untuk bangkit di GP Argentina dengan target bersaing di barisan depan dan memberikan kejutan di Termas de Rio Hondo.

Beirer menegaskan bahwa dalam dua tahun ke depan, KTM harus mampu membangun motor yang mampu bersaing untuk kemenangan. Jika tidak, mereka berisiko kehilangan Acosta ke tim lain. “Misi kami adalah membangun motor yang bisa menang. Jika berhasil, tidak ada alasan bagi Acosta untuk pergi,” yakinnya.

Apakah KTM mampu bertahan sebagai kekuatan besar di MotoGP atau justru kehilangan aset berharga mereka? Kita tunggu saja. (ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *