Pedro Acosta Enggan Bayangkan Naik Ducati

Puas Raihan KTM di MotoGP Arogan

otoplasa.com, Spanyol – Berhasil finish ke-4 di MotoGP Aragon, Spanyol, Pedro Acosta menyatakan puas dengan raihan KTM. Bahkan dia menegaskan enggan menaiki Ducati, yang selama ini banyak diimpikan para pembalap.

Apa benar pembalap muda Spanyol berjuluk Si Hiu tak mau menunggangi Ducati sebagai motor terbaik di grid para raja saat ini?
Rupanya keengganan Acosta karena dia enggan membayangkannya jika dia benar-benar menaiki Ducati GP25! Menurutnya hasilnya bakal berbeda jika dia menaiki motor yang sama dengan Francesco Bagnaia hingga Marc Marquez sekalipun.

Sempat terlibat duel sengit dengan Pecco, namun akhirnya dia gagal menyalip sang juara dunia dua kali tersebut. Kendati demikian, Acosta mengaku puas dengan hasil yang diraihnya di lintasan.

“Kemarin saya sempat mengalami masalah pada bagian depan motor,” ujar Acosta seusai balapan.

“Hari ini saya memilih ban keras, dan hasilnya sangat baik. Di awal sempat gugup, tapi strategi saya jelas, menghentikan Pecco. Kami beberapa kali sangat dekat dengan bertukar posisi, tapi dia memang lebih cepat. Saya tahu saya akan kalah dalam jangka panjang, tapi saya tetap menikmatinya.”

Atas hasil ini, Acosta tetap memberikan pujian kepada Bagnaia atas sikap sportif dalam balapan. “Pecco itu seorang gentleman. Dia jujur dan sangat sportif saat balapan. Kami sama-sama tampil maksimal. Saya memang berniat membloknya, tapi saat masuk tikungan saya kesulitan menandingi kecepatannya. Saya kehilangan beberapa persepuluh detik di sana. Tapi yang terpenting, kami berhasil memperkecil jarak dari pemuncak klasemen.”

Ke depan, dia berharap pengalaman balap berharga bersama Pecco di atas Ducati, mampu memberikan banyak masukan kepada KTM. Untuk itu usai balapan Aragon, dia berharap tes selanjutnya dapat meningkatkan performa motornya. Terutama sesi uji coba yang digelar Senin, hari ini di Motorland, Aragon. Acosta menyebut ada banyak hal yang masih perlu diperbaiki.

“Kami harus bekerja di seluruh bagian motor. Saya butuh tenaga lebih dan peningkatan secara keseluruhan. Fokus utama adalah pada traksi, lalu performa di tikungan.”

Tahun lalu, Acosta berhasil naik podium di Aragon. Namun musim ini, hasilnya berbeda. “Kami perlu memahami mengapa hasilnya tidak seperti tahun lalu. Secara pribadi saya senang dengan akhir pekan ini, tapi saya tidak bisa bilang terlalu puas.”

Ketika ditanya bagaimana jika ia membela tim Ducati di masa depan, Acosta menjawab diplomatis sambil mengutip filosofi hidupnya. “Saya selalu berpikir bahwa manusia seharusnya seperti air. Tidak peduli di mana kita ditempatkan, kita akan menyesuaikan bentuk. Hidup itu selalu berubah, hari ini kita lajang, besok menikah, lalu tinggal bersama. Terus berubah. Membayangkan naik Ducati? Saya lebih memilih untuk tidak membayangkannya.”

Acosta juga memberikan kabar baik terkait kondisi fisiknya usai menjalani operasi lengan beberapa waktu lalu. Baginya semangat dan kondisi fisiknya mengalami peningkatan.

“Luar biasa. Sudah tidak ada masalah, saya bisa mengendarai motor dengan normal. Saya sangat senang.”

Saat ini Pedro Acosta telah mengoleksi 76 poin dengan menempati peringkat ke-8 di klasemen sementara. Kendati demikian dia menjadi pembalap Red Bull KTM Factory Racing terbaik, karena rekan setimnya Brad Binder berada di urutan ke-14 dengan 35 angka. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *