Otoplasa.com – Pernah merasakan dan mengalami langsung fenomena hujan es? Jika ya, pasti mendengar serangkaian suara keras di genteng ataupun atap rumah. Kalaupun sedang di luar rumah, badan bakal merasakan seperti ada ‘cubitan’ di sekujur tubuh. Lalu bagaimana jika bersua hujan es saat di dalam mobil?
Yang pasti pandangan agak terhalang dengan ratusan butiran es yang menimpa kaca depan. Ditambah lagi suara hentakan seperti tumbukan kerikil yang mengenai kaca ataupun bodi mobil.

Menghadapi Ancaman Dari Langit
Fenomena hujan es kini menjadi ancaman nyata bagi para pengemudi di jalan raya. Selain suara dentuman keras di atap, butiran es padat ini menyimpan risiko kecelakaan serius. Ukuran es yang mencapai 2 hingga 4 sentimeter mampu menghancurkan kaca depan dalam sekejap. Oleh karena itu, pengendara wajib waspada hujan es saat cuaca ekstrem mulai melanda.
Demikian yang Otoplasa kutip dari laporan Newspress Spanyol. Lebih lanjut disebutkan bahwa hujan es terbentuk di dalam awan badai besar yang disebut kumulonimbus. Arus udara yang kuat membawa tetesan air ke lapisan atmosfer yang sangat dingin. Di sana, tetesan air membeku dan saling menempel membentuk lapisan es yang tebal. Saat bobotnya terlalu berat untuk ditopang udara, butiran es jatuh menghantam permukaan bumi.
Fenomena ini sering kali disertai dengan angin kencang yang mengurangi jarak pandang pengemudi. Kecepatan jatuh butiran es kecil bisa mencapai 32 km/jam, sementara yang besar menembus 170 km/jam. Kekuatan hantam ini sangat berbahaya bagi integritas struktur kendaraan, terutama bagian kaca dan bodi.
Tips Berkendara Aman di Tengah Hujan Es
Jika Anda terjebak dalam situasi ini, prioritas utama adalah menjaga ketenangan. Suara benturan es pada mobil memang sangat bising dan bisa memicu kepanikan. Berikut adalah panduan dari para ahli otomotif untuk tetap selamat:
– Kurangi Kecepatan Bertahap
Jangan menginjak rem secara mendadak karena jalanan menjadi sangat licin. Es di jalan bertindak seperti kelereng yang menghilangkan daya cengkeram ban.
– Aktifkan Mode Wet
Beberapa mobil modern sekarang, sebagian terselip mode canggih berkendara berupa normal, sport, eco bahkan ada yang wet hingga snow. Nah untuk kondisi ekstrim seperti hujan es, segera aktifkan Mode Wet. Dengan mode ini, sensitifitas mobil baik terhadap pengendalian lingkar kemudi hingga injakan pedal gas dan rem akan menyesuaikan dengan lingkungan di sekitar mobil. Nah fitur ini contohnya terdapat pada Mitsubishi Destinator dan Xforce.
– Perluas Jarak Pandang
Fokuslah pada area yang lebih jauh di depan untuk mengantisipasi bahaya. Nyalakan lampu utama agar kendaraan Anda tetap terlihat oleh pengemudi lain.
– Cari Tempat Berteduh
Segera cari area tertutup seperti tempat parkir gedung atau stasiun pengisian bahan bakar. Hindari berhenti di bawah jembatan karena berisiko memicu tabrakan berantai.
– Posisi Parkir yang Tepat
Jika terpaksa berhenti, arahkan bagian depan mobil menghadap datangnya arah hujan es. Kaca depan dirancang lebih kuat dibandingkan kaca samping atau kaca belakang.

Perlindungan Kendaraan dan Keselamatan Penumpang
Pengemudi sangat disarankan untuk tetap berada di dalam kabin mobil. Bodi mobil adalah pelindung terbaik dari hantaman es yang bisa melukai fisik manusia. Gunakan sabuk pengaman meski mobil dalam posisi berhenti untuk antisipasi benturan dari kendaraan lain. Masyarakat diminta tetap waspada hujan es karena dampak kerusakannya bisa muncul perlahan.
“Kerusakan kecil pada kaca depan akibat es bisa berkembang menjadi retakan besar jika tidak segera diperbaiki,” tulis pakar dari Carglass Spanyol.
Setelah hujan reda, segera periksa seluruh permukaan kaca dan bodi mobil. Retakan mikro akibat benturan es sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan getaran mesin. Melakukan perbaikan dini jauh lebih murah daripada mengganti seluruh kaca depan yang pecah total. Tetaplah waspada dan prioritaskan keselamatan nyawa di atas segalanya saat cuaca buruk melanda. (ton)















