Catat Sejarah Indonesia Ekspor Avtur

Otoplasa.com – Memiliki cadangan ketahanan avtur hingga 45 hari, PT Pertamina (Persero) berencana mengekspsor bahan bakar untuk pesawat. Tentu ini adalah hal kali pertama bagi Indonesia dengan volume 400 Metric Barrel (MB).

Demikian penjelasan Laode Syarifudin Mursali, Unit Manager Communication, Relation & CSR Refenery Unit (RU) IV Cilacap dihadapan media. “Ekspor perdana ini adalah prestasi Indonesia. Dan avtur ini adalah produksi RU IV Cilacap, yang sudah memenuhi dan melebihi standar internasional,” katanya, Senin (15/07).

Sebagai RU IV Cilacap yang terbesar di Indonesia hingga Asia Tenggara dengan kemampuan 350 MB per hari (MBSD), avtur berpeluang besar untuk diekspor dengan sistem tender. Sebagai perbandingan, Balongan dan Balikpapan rata-rata hanya memproduksi 200 MBSD.

“Kami tetap menggenjot produksi untuk kepentingan ekspor. Dimana produksi avtur dari biasanya 2 unit menjadi 4 unit Refenery,” terangnya.

Kapan realisasi ekspor?
Laode memperkirakan dalam sepekan ke depan sudah bisa dilakukan.

“Ekspor wewenang Pertamina pusat, harapannya minggu ke 3 Juli ini sudah bisa ekspsor,” harapnya. (anto/15-07-2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *