Ducati Jumawa Marc Marquez Belum Tampil 100%

Siap Pertahankan Gelar Juara Dunia

Otoplasa.com – Sukses menggapai juara dunia pembalap dan konstruktor tim pabrikan, Ducati masih jumawa bahwa gelar dunia berikutnya akan tercapai. Pasalnya hasil 2025 membuktikan bahwa Marc Marquez belum tampil 100 persen.

Demikian pernyataan kru Marc Marquez bernada peringatan kepada para rival MotoGP. Terlebih batas Ducati bersama The Baby Alien masih misteri, mengingat sebetapa dominannya penampilan sang juara dunia sembilan kali tersebut.

Tak mengherankan kepala kru Marc Marquez, Marco Rigamonti memberi peringatan serius kepada semua rival. Dia mengaku belum mengetahui batas maksimal Marc Marquez bersama Ducati MotoGP.

Rigamonti menyebut Marquez belum selalu memacu motornya seratus persen sepanjang musim 2025. “Musim ini ada balapan ketika dia tidak mendorong seratus persen,” kata Rigamonti kepada Marca.

Sisakan 5 Seri Balapan
Marc Marquez seakan tak ada lawan bersama Ducati sepanjang kejuaraan MotoGP 2025. Pembalap berusia 32 tahun itu meraih 11 kemenangan grand prix dan 14 kemenangan sprint. Bahkan dampak terlalu tingginya level Si Semut Cervera, dia mengunci gelar juara dunia MotoGP ketujuh dengan sisa lima seri balapan. Ia juga mencatat tujuh akhir pekan sempurna beruntun dengan raihan 37 poin.

Rentetan hasil tersebut terjadi sejak seri Aragon hingga Hungaria. Alhasil sepanjang musim, Marquez jarang mendapat tekanan serius dalam perebutan kemenangan. Kemampuannya mengelola ban membuatnya unggul pada paruh kedua balapan.

Rigamonti menilai Marquez masih menyimpan potensi lebih besar di lintasan. “Dia bilang hanya menekan dua lap, membuka jarak, lalu mengatur ritme,” ujarnya.

Menurut Rigamonti, strategi itu sering diterapkan Marquez dalam beberapa balapan. Namun ada momen ketika Marquez tampil habis-habisan sepanjang lomba. “Itu terjadi di Misano, dia memberi seratus persen selama balapan,” kata Rigamonti.

Marquez Jujur Cara Balap
Rigamonti menegaskan Marquez selalu jujur mengenai cara membalapnya. “Bukan berarti dia hanya bermain gas, dia benar-benar mendorong,” ucapnya.

Rigamonti mempertanyakan apa yang terjadi jika Marquez selalu memacu batas maksimal. “Mungkin akan ada lebih banyak kecelakaan, kita tidak pernah tahu,” ujarnya.

Ia menilai batas kemampuan Marquez sulit ditentukan secara pasti. “Dalam situasi itu, dia masih bisa melangkah lebih jauh,” kata Rigamonti.

“Namun saya tidak bisa memberi tahu di mana batas akhirnya,” lanjutnya.

Sepanjang karier, Marquez dikenal mampu melakukan hal ekstrem di atas motor. Data balapan sering sulit menjelaskan gaya berkendara Marquez.

Rigamonti menyebut keistimewaan Marquez terlihat saat menyelamatkan motor dari kecelakaan. “Keajaibannya terlihat ketika dia menyelamatkan motor,” ujar Rigamonti.

Ia menolak menyebut kemampuan Marquez sebagai sihir. “Itu hasil kerja keras di garasi, rumah, dan lintasan,” katanya.

Berkat dedikasi panjangnya, Marquez membawa MotoGP ke level tertinggi. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *