Otoplasa.com – Honda Eastline Journey Team kembali menjelajah tantangan destinasi menarik. Kali ini adalah Gunung Batur dan Kintamani dengan segala keindahannya. Dimana bersama New Honda HR-V e:HEV yang kaya fitur, membikin perjalanan lebih aman dan nyaman.
Berbicara Gunung Batur dan Danau Kintamani, keduanya merupakan keindahan alam yang tak bisa terlepas dari sejarah geologi di Bali. Sebagai salah satu destinasi wisata alam paling populer di Bali, gunung ini terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, sekitar 65 kilometer dari Kota Denpasar. Perjalanan menuju Kintamani dapat ditempuh sekitar dua jam menggunakan kendaraan pribadi.

Tenaga Melimpah Motor dan Mesin
Seperti perjalanan menuju daerah pegunungan yang lainnya, New Honda HR-V e:HEV berteknologi hybrid cerdas menghadirkan asupan tenaga baik dari motor listrik dan mesin bensin. Untuk motornya berdaya 131 PS dan torsi 253 Nm, sedangkan mesin Atkinson 1500 cc DOHC 4 silinder segaris 16 katup i-VTEC menyalurkan tenaga 106 PS dan momen puntir 127 Nm.
Berkat pasokan dua tenaga penggerak ini, apapun tanjakan curam menuju Gunung Batur bukan hambatan sama sekali. Cukup injak gas lebih dalam, tanjakan curam dapat ditaklukkan dengan mudah. Serunya lagi kalaupun menemui jalanan menurun yang sangat curam, cukup menekan tombol Hill Descent Control (HDC). Laju New Honda HR-V e:HEV tertahan di kecepatan 17 km/jam tanpa perlu bagi driver menginjak pedal rem. Mobil pun lebih mudah dikendalikan.
Sebagai informasi jalanan menuju Gunung Batur ada beberapa lokasi yang lumayan ekstrim. Pertama lebar jalannya sebagian ada yang sempit, sehingga harus ada salah satu kendaraan yang mengalah untuk berhenti sementara waktu dengan menepi dan turun dari aspal ke tanah. Kedua tak jarang jalanan sempit tadi berada di lokasi yang menanjak dengan tikungan tajam. Hingga memaksa pengguna jalan baik dari kedua arah untuk saling mengalah bersama-sama turun ke tanah untuk kesekian kali.

Pengendalian Presisi
Yang menarik lingkar kemudi pada New Honda HR-V e:HEV sangat akurat dan presisi. Menambah keyakinan feeling driver dalam bermanuver. Tak ada celah atau spelling pada setir. Disini baru akan kita pahami bahwa SUV Honda ini benar-benar menyajikan pengalaman fun to drive.
Tiba di titik perjalanan bernama Prapen, artinya kita telah tiba di gerbang masuk Gunung Batur. Sontak kontur jalan berganti dari aspal menjadi tanah berdebu yang berbaur dengan bongkahan batu-batu hitam tajam ala karang. Asyiknya New Honda HR-V e:HEV sangat siap menghadapi tantangan jalan khas Gunung Batur!

Ground Clearance Tinggi
Bermodalkan ground clearance atau jarak tertinggi dengan tanah 212 mm atau 21,2 cm, bagian dasar bodi mobil aman terantuk dari bebatuan. Mengingat Gunung Batur menyimpan kisah menarik yang secara geologis termasuk gunung berapi aktif tipe stratovolcano. Gunung ini terbentuk akibat aktivitas vulkanik yang terjadi jutaan tahun lalu. Alhasil jutaan batu-batu hitam terhampar di area lokasi.
Proses pembentukannya dimulai dari letusan besar yang membentuk kaldera luas di kawasan Kintamani. Kaldera Batur memiliki diameter sekitar 13 kilometer dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Di tengah kaldera tersebut kemudian muncul Gunung Batur yang dijelajahi Honda Eastline Journey Team.
Berkat aktivitas vulkanik ini juga menciptakan Danau Batur yang berada di sebelah timur gunung. Danau Batur terbentuk dari sisa letusan besar yang membentuk cekungan besar di dasar kaldera. Seiring waktu, air hujan dan rembesan air tanah mengisi cekungan tersebut menjadi danau alami.
Dimana air Danau Batur kini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar Kintamani. Banyak wisatawan datang untuk menikmati keindahan danau yang berpadu dengan panorama gunung. Suhu udara Kintamani yang sejuk menambah daya tarik kawasan ini sebagai destinasi wisata pegunungan di Bali.

Fitur Traction Control
Gambaran medan jalanan berbatuan yang menghampar luas, untuk kesekian kalinya ada fitur menarik di New Honda HR-V e:HEV. Asal tahu saja di SUV hybrid canggih ini telah terselip fitur traction control yang secara default selalu aktif saat kali pertama mobil dihidupkan. Manfaatnya adalah selalu menjaga putaran roda depan dan belakang selalu sama, supaya terhindar dari potensi selipnya bodi mobil.
Karena jalan yang dihadapi bukan aspal, melainkan bebatuan yang saling tersebar dan terpisah satu sama lain, maka kami menon-aktifkan fitur traction control yang terletak di sisi kemudi sebelah kanan. Kegunaannya adalah menjadikan mobil lebih mudah dikendalikan dan perputaran roda depan maupun belakang dapat lebih natural melewati bebatuan yang tak rata.
Bekal lainnya menaklukkan medan Gunung Batur di New Honda HR-V e:HEV adalah ban dan pelek berukuran 18 inch dengan profil ban 225/50. Dimensi perpaduan pelek dan ban terasa sempurna dan nyaman melewati bebatuan.
Info menarik lainnya, bebatuan di sekitar Gunung Batur sering dikira berasal dari karang laut purba. Namun secara geologi, batuan di Batur bukan bekas karang laut. Batuannya terbentuk dari hasil pendinginan lava dan material vulkanik letusan gunung. Jenis batuan ini dikenal sebagai batuan beku, khususnya basalt dan andesit. Kedua jenis batuan tersebut berasal dari magma yang keluar saat letusan terjadi. Hal ini membedakan Batur dari daerah lain di Bali yang memang memiliki batuan kapur bekas dasar laut.
Oh ya tak kalah penting, masuk area wisata Gunung Batur akan didatangi oleh penjaga yang mengaku dari BKSDA atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali. Tarif yang dipatok berkisar Rp 100 ribu – 350 ribu (perkendaraan). Menurut penjelasan petugas, tarif tertinggi adalah untuk kepentingan foto prewedding yang mencapai Rp 350 ribu. Berhubung kami berupaya menyajikan informasi ke pembaca, maka ada harga khusus setelah saling menawar. Namun idealnya di Gunung Batur ada pungutan resmi atau karcis retribusi bagi pengunjung dengan harga sewajarnya. (boi)









