Harap Maklum Tol Pandaan-Malang Bakal Molor

Situs kuno di lintasan tol Pandaan-Malang, source: Jatimnow.com

otoplasa.com – Bagi yang tak sabar melewati jalan tol Pandaan-Malang harap maklum. Pasalnya seperti yang Otoplasa kutip dari Jatimnow.com, rute pengerjaan proyek tol tepatnya di KM 37 ditemukan situs kuno yang diperkirakan peninggalan jaman Majapahit. Dampak penemuan situs memaksa PT Jasamarga Pandaan-Malang selaku kontraktor proyek melakukan skenario pergeseran tol.

Pergeseran lintasan tol inilah yang memungkinkan waktu pengerjaan bakal lebih lama dari rencana sebelumnya. Seperti diketahui saat ini tol dari Surabaya menuju ke Malang, baru bisa dilewati hingga Pandaan. Selebihnya pengemudi kendaraan harus keluar di perempatan Taman Dayu Pandaan dan melewati jalanan umum seperti biasanya.

Sejauh ini Tim Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) telah melakukan penggalian di titik temuan struktur bangunan kuno yang diduga menjadi peninggalan Kerajaan Majapahit. Lokasi penggalian tepatnya berada di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Peneliti dari Arkeolog BPCB, Wicaksono Dwi Nugroho masih melakukan pemetaan dan belum bisa memastikan bangunan berjenis apa yang ditemukan. “Apakah ini permukiman, candi atau apa kita belum berani memastikan. Kita baru menggali lokasi ini supaya bisa melihat seberapa luas dan besar area ini,” katanya.

Kendati demikian Wicaksono menggambarkan bagian dinding bangunan tersusun dari teknik batu gosok. Dimana banyak ditemui pada bangunan petirtaan atau saluran air.

Sementara itu General Manager Teknik PT Jasamarga Pandaan Malang, M Jajuli mengungkapkan bila benar struktur bangunan yang ditemukan di proyek Tol Malang ini merupakan bangunan bersejarah dan cagar budaya, maka akan menggeser jalan tol ke timur.

“Kalau memang nanti dari penelitian BPCB memutuskan ini situs budaya yang harus dilindungi maka harus geser ke arah timur mendekati sungai (Sungai Amprong),” tegasnya.

Andai tol Pandaan-Malang nanti telah beroperasi, berpeluang besar lewat di jalan bebas hambatan ini bakal menarik. Selain disuguhi pemandangan yang indah, ingat di KM 37 terdapat situs bersejarah yang merupakan warisan salah satu kerajaan terluas wilayah pemerintahannya pada saat itu. Bahkan bukan rahasia lagi ekspansi Majapahit di bawah kepemimpinan Patih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk melebihi luas wilayah dari Indonesia sendiri. (anto/source: Jatimnow.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *