Otoplasa.com – Hyundai Motor Company resmi memperkenalkan Hyundai Staria Electric pada ajang Brussels Motor Show, menandai babak baru bagi segmen MPV listrik berukuran besar. Sebagai model flagship MPV Hyundai, Staria Electric menggabungkan desain futuristis, kabin super lega, dan teknologi nol emisi yang dirancang untuk kebutuhan keluarga, shuttle premium, hingga gaya hidup modern.
Di Indonesia, Hyundai Staria dikenal sebagai MPV premium yang eksklusif dan belum terlalu jamak terlihat di jalan. Kehadiran versi full listrik pun memunculkan pertanyaan besar: bagaimana jika Hyundai Staria Electric masuk pasar Indonesia, dan seperti apa respons konsumennya?

Jarak Tempuh 400 Km
Hyundai Staria Electric mengusung baterai berkapasitas 84 kWh, dipadukan motor listrik 160 kW (setara 218 PS) dengan penggerak roda depan. Jarak tempuhnya diklaim mencapai hingga 400 km (WLTP), angka yang tergolong kompetitif untuk kendaraan keluarga berukuran besar.
Keunggulan utama lainnya adalah penggunaan arsitektur listrik 800 volt, teknologi yang masih jarang ditemui di segmen MPV. Sistem ini memungkinkan pengisian cepat dari 10 hingga 80 persen hanya sekitar 20 menit menggunakan DC fast charging, sekaligus menjaga suhu tetap stabil saat pengisian berulang.
Solusi Mobilitas Harian
Presiden dan CEO Hyundai Motor Europe, Xavier Martinet, menegaskan bahwa Staria Electric dirancang sebagai solusi mobilitas listrik yang benar-benar bisa digunakan sehari-hari. “Hyundai terus memperluas jajaran kendaraan listrik untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian di Eropa. STARIA Electric membawa keahlian EV kami ke kendaraan yang sudah dikenal dan dipercaya pelanggan, mengombinasikan ruang kabin luas khas STARIA dengan sistem pengisian cepat bertegangan tinggi,” ujar Martinet.
Salah satu ciri paling menonjol dari Hyundai Staria Electric adalah kabin yang sangat luas dan terbuka. Filosofi desain ‘Inside-Out’ membuat bodi kendaraan dirancang mengutamakan kenyamanan interior.
Dengan lantai rata, atap tinggi, serta kaca berukuran besar, kabin terasa lapang dan terang. Hyundai menawarkan dua varian utama:
* Luxury 7-penumpang, dengan fokus kenyamanan keluarga dan perjalanan jarak jauh
* Wagon 9-penumpang, ditujukan untuk keluarga besar, travel, atau shuttle premium
Kapasitas bagasi mencapai 435 liter (7-seater) dan hingga 1.303 liter (9-seater), menjadikannya salah satu MPV listrik paling fungsional di kelasnya.
Teknologi dan Fitur Modern
Staria Electric dibekali sistem infotainment ccNC (Connected Car Navigation Cockpit) dengan dua layar digital 12,3 inci, mendukung Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, serta pembaruan perangkat lunak OTA (Over-the-Air).
Fitur Vehicle-to-Load (V2L) memungkinkan mobil menyuplai daya listrik untuk perangkat eksternal, mulai dari laptop hingga peralatan outdoor—fitur yang relevan untuk pasar Indonesia dengan budaya traveling dan aktivitas luar ruang.
Untuk keselamatan, Hyundai menyematkan Hyundai SmartSense ADAS lengkap, mencakup:
* Forward Collision-Avoidance Assist
* Lane Keeping & Lane Following Assist
* Highway Driving Assist
* Blind-Spot Collision-Avoidance Assist
* Surround View Monitor 360 derajat
Jika Masuk Indonesia, Siapa Target Konsumennya?
Di Indonesia, Hyundai Staria saat ini masih menjadi kendaraan niche dengan citra premium dan eksklusif. Jika versi listriknya masuk, Staria Electric berpotensi menyasar segmen:
* Keluarga kelas atas yang menginginkan MPV ramah lingkungan
* Shuttle hotel, travel VIP, dan transportasi bandara premium
* Perusahaan dan instansi yang mulai beralih ke kendaraan listrik
Namun, tantangan utamanya adalah harga dan infrastruktur pengisian daya, khususnya untuk MPV listrik berukuran besar. Meski demikian, jarak tempuh 400 km dan pengisian cepat 800 volt bisa menjadi nilai jual kuat, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Respons Pasar Global: Peluang Lebih Besar
Secara global, Staria Electric diprediksi mendapat sambutan positif, terutama di Eropa dan Korea Selatan, di mana adopsi kendaraan listrik sudah lebih matang. Segmen MPV listrik masih relatif kosong, sehingga Staria Electric berpeluang menjadi benchmark baru untuk MPV listrik berukuran besar.
Hyundai sendiri mengonfirmasi bahwa penjualan Staria Electric akan dimulai di Korea dan Eropa pada paruh pertama 2026, sebelum menyusul ke pasar lainnya. Jadi Hyundai Staria Electric bukan sekadar versi listrik dari MPV yang sudah ada, melainkan representasi bagaimana MPV masa depan dirancang: senyap, luas, canggih, dan ramah lingkungan.
Untuk Indonesia, model ini memang belum tentu menjadi kendaraan massal. Namun sebagai MPV listrik premium, Staria Electric berpotensi membangun citra kuat Hyundai sebagai pionir kendaraan listrik lintas segmen, bukan hanya SUV dan sedan, tetapi juga kendaraan keluarga berukuran besar. Jika Hyundai memutuskan membawanya ke Tanah Air, Staria Electric bisa menjadi simbol status baru bagi mobil listrik keluarga di Indonesia. (boi)









