Intip Kecanggihan Aplikasi Travoy Besutan Jasa Marga

Unjuk Gigi di IIMS 2026 & Jelang Masa Mudik Lebaran

Otoplasa.com – Bagi yang hendak mudik atau bepergian keluar kota, tak ada salahnya mengintip kecanggihan aplikasi Travoy besutan Jasa Marga. Dimana telah unjuk gigi di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran.

Gelaran IIMS 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi mobil-mobil terbaru, tetapi juga menjadi momentum bagi PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk memperkenalkan transformasi digitalnya. Menjelang masa mudik Lebaran 2026, Jasa Marga secara resmi memperkenalkan aplikasi Travoy sebagai asisten pribadi digital yang wajib dimiliki oleh para pemudik.

Bukan Sekadar Informasi, Travoy Jadi Asisten Digital Pemudik
Dalam konferensi pers di IIMS 2026, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menekankan pentingnya aplikasi ini bagi kenyamanan pengguna jalan tol. Travoy (Travel with Comfort and Joy) kini telah bertransformasi dari sekadar penyedia informasi menjadi ekosistem layanan jalan tol yang terintegrasi.

“Rasanya tidak akan lengkap kalau memasuki jalan tol Jasa Marga Group tanpa menggunakan Travoy. Fiturnya sangat lengkap, terutama dalam menyajikan informasi kepadatan jalan secara real-time,” ujar Rivan.

Pantau Kemacetan Secara Akurat Lewat 3.500 Kamera
Salah satu fitur unggulan yang menjadi andalan pemudik adalah kemampuan memantau kepadatan lalu lintas melalui ponsel. Berbeda dengan aplikasi navigasi umum, Travoy menggunakan data dari infrastruktur fisik Jasa Marga.

“Validasinya persis karena kami menggunakan radar dan 3.500 kamera CCTV di seluruh ruas tol. Jadi masyarakat bisa melihat kondisi live, apakah jalur tersebut padat atau tidak,” jelas Rivan.

Hal ini memungkinkan pengguna jalan untuk mengatur waktu keberangkatan dengan lebih cerdas menggunakan bantuan teknologi machine learning dan AI.

Target 700 Gerbang Tol Nirhenti: Mudik Tanpa Tap Kartu
Jasa Marga juga menargetkan revolusi transaksi di gerbang tol pada tahun 2026. Melalui fitur Travoy Go dan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), sebanyak 700 gerbang tol ditargetkan dapat melayani transaksi tanpa henti.

Rivan menjelaskan bahwa dengan teknologi ini, kendaraan tidak perlu lagi berhenti total untuk menempelkan kartu e-money. “Cukup lewat dengan kecepatan 20 km per jam sudah bisa melakukan pembukaan secara otomatis menggunakan Travoy Go,” urainya.

Selain itu, bagi masyarakat yang sering kehilangan bukti transaksi, Travoy kini menyediakan fitur E-Toll Receipt sebagai solusi digital yang merekam seluruh riwayat transaksi di gerbang tol Jasa Marga.

Persiapan Arus Mudik 2026: Proyeksi 3,6 Juta Kendaraan
Jasa Marga memproyeksikan sebanyak 3,6 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek pada musim mudik Lebaran 2026. Distribusi arus diprediksi mayoritas menuju ke arah Timur (Trans Jawa dan Bandung) sebesar 50,4 persen, disusul ke arah Barat (Merak) sebesar 28 persen, dan ke arah Selatan (Ciawi) sebesar 20,7 persen.

Untuk memecah kepadatan, empat ruas tol baru akan dibuka secara fungsional berdasarkan diskresi Kepolisian:
1. Jalan Tol Japek II Selatan (Sadang-Setu/Sukabungah) sepanjang 54,75 km.
2. Jalan Tol Probolinggo-Besuki sepanjang 49,6 km.
3. Jalan Tol Yogyakarta-Bawen (Bawen-Ambarawa) sepanjang 4,9 km.
4. Jalan Tol Solo-Yogyakarta (Prambanan-Purwomartani) sepanjang 11,48 km.

Fitur Pendukung: Dari SPKLU Hingga Tombol Darurat
Aplikasi Travoy juga dilengkapi dengan informasi lokasi Rest Area, ketersediaan parkir, hingga titik SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) bagi pengguna mobil listrik.

Demi keselamatan, terdapat fitur Panic Button atau Panic Shake yang memungkinkan pengguna memanggil bantuan patroli atau layanan derek hanya dengan satu klik atau menggoyangkan gadget saat dalam keadaan darurat. “Kami ingin memastikan perjalanan mudik 2026 lebih lancar. Dengan Travoy, masyarakat memiliki akses informasi dan layanan yang terintegrasi,” pungkas Rivan.

Aplikasi Travoy 3.0 sudah dapat diunduh melalui App Store maupun Play Store, dan menariknya, kini juga dapat diinstal pada head unit mobil berbasis iOS. Bagi pemudik, aplikasi ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk perjalanan yang aman dan nyaman. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *