Otoplasa.com – Jorge Martin mengaku sangat trauma saat mengalami cedera parah. Bahkan sang juara dunia MotoGP 2024 tersebut takut meninggal dunia. Hal ini terungkap setelah sang kekasih, Maria Monfort mengungkapnya di From Heaven to Hell by MotoGP.
Trauma mendalam akibat kecelakaan serius yang dialaminya pada MotoGP Qatar di Sirkuit Losail, membikin pembalap Aprilia bernomor 89 itu bahkan sempat takut meninggal dunia setelah insiden mengerikan tersebut. Kecelakaan terjadi saat balapan berlangsung di trek Losail.
Jorge Martin terjatuh dan nyaris dilindas oleh pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio. Insiden itu menjadi salah satu kecelakaan terparah dalam karier profesionalnya di MotoGP.
Menepi Lima Bulan
Akibat kecelakaan tersebut, Jorge Martin mengalami cedera serius yang berdampak panjang pada karier balapnya. Ia dipastikan harus menepi dari lintasan selama sekitar lima bulan untuk menjalani proses pemulihan intensif.
Berdasarkan informasi medis, Jorge Martin mengalami patah pada 11 tulang rusuk. Selain itu, ia juga menderita cedera paru-paru, trauma dada berat, memar internal, serta gangguan pernapasan akibat benturan keras. Cedera ini memperparah kondisinya, mengingat sebelumnya Martin juga sempat mengalami cedera saat tes pramusim MotoGP di Sepang, Malaysia.
Kondisi kritis Jorge Martin di Qatar diungkap secara emosional oleh Maria Monfort, dalam film dokumenter MotoGP berjudul From Heaven to Hell. Maria mengisahkan detik-detik menegangkan saat pertama kali melihat Martin pascakecelakaan.
“Saya tahu ada sesuatu yang tidak beres. Saya sangat takut,” ujar Maria Monfort.
Dia menggambarkan perasaannya saat menerima kabar kecelakaan tersebut. Ia menuturkan momen haru ketika pertama kali bertemu Jorge Martin di ruang perawatan rumah sakit.
“Saya masuk ke dalam ruangan, dan tiba-tiba saya melihat Jorge. Ia melihat saya, dan mulai menangis tersedu-sedu,” ucap Maria.
Mental Fisik Rapuh
Menurut Maria, Jorge Martin saat itu benar-benar berada dalam kondisi mental dan fisik yang rapuh. “Ia berkata: ‘Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi saya mencintaimu, saya mencintaimu, saya mencintaimu’. Lalu saya mulai menangis,” tutur Maria dikutip dari Motorsport.
Maria Monfort juga menegaskan betapa gawatnya situasi yang dialami sang juara dunia. “Dia selalu mengatakan kepada saya bahwa ketika saya masuk ke kamar untuk melihatnya untuk pertama kalinya, dia yakin dia akan mati,” ujar Maria.
Ketakutan Jorge Martin akan kematian menunjukkan dampak psikologis besar dari kecelakaan tersebut. Ia harus menjalani perawatan intensif di Qatar selama beberapa minggu sebelum kondisinya memungkinkan untuk dipulangkan ke Spanyol.
Cedera parah dan trauma yang dialami Jorge Martin menjadi pengingat akan tingginya risiko di ajang MotoGP. Meski demikian, pembalap Aprilia itu bertekad menjalani pemulihan dengan maksimal demi kembali ke lintasan balap dalam kondisi terbaik. (ton)









