Otoplasa.com – Insiden cedera yang dialami Marc Marquez di MotoGP Indonesia kembali memicu kritik soal keamanan Sirkuit Mandalika. Dua pembalap Spanyol, Alex Marquez dan Joan Mir, menilai area gravel atau jebakan kerikil di Tikungan 7 menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut.
Marquez mengalami patah tulang selangka kanan setelah terlempar dari motor usai tabrakan dengan Marco Bezzecchi. Kedua pembalap itu kehilangan kendali di area tikungan cepat yang langsung berbatasan dengan gravel.
Joan Mir, juara dunia MotoGP 2020, menyoroti bahaya perubahan permukaan antara aspal dan gravel. Ia menyebut adanya ‘step’ atau perbedaan ketinggian yang menyebabkan Marquez terpental keras ke udara.
Patah Tulang Perbedaan Permukaan
“Di bagian itu sangat berbahaya. Marc mungkin patah tulang karena perbedaan permukaan,” ujar Mir.
Mir juga mempertanyakan alasan area tersebut memakai gravel, bukan aspal penuh. Menurutnya, aspal lebih aman karena dapat memperlambat motor yang tergelincir tanpa menyebabkan benturan keras.
“Saya juga khawatir untuk Bezzecchi. Ketika dia menyentuh step, motornya langsung terpental ke gravel dengan kecepatan tinggi,” tambah Mir.
Kerikil Mandala Terlalu besar
Alex Marquez, yang menjadi saksi langsung kondisi kakaknya, juga melontarkan kritik tajam. Ia menilai kerikil di Mandalika terlalu besar dan berpotensi melukai pembalap yang jatuh.
“Sudah lihat kondisi gravel? Batu-batunya besar. Mustahil tidak terluka kalau jatuh di sana,” tegas Alex.
Alex menyebut kondisi lintasan harus segera dievaluasi agar insiden serupa tidak terulang. Menurutnya, langkah perbaikan sering dilakukan hanya setelah ada kecelakaan.
“Selalu sama, tak ada perubahan sampai sesuatu terjadi. Pembalap ingin bisa mengerem dan melindungi diri saat jatuh,” katanya.
Jadwal Padat MotoGP
Meski mengakui kesalahan Bezzecchi sebagai pemicu awal kecelakaan, Alex menyoroti jadwal padat MotoGP musim ini. Dengan total 44 balapan termasuk sprint race, risiko kelelahan dan kesalahan semakin tinggi.
“Saya tidak menyalahkan Bezzecchi sepenuhnya. Tapi dengan 44 balapan, peluang salah itu besar,” ujarnya.
Alex menilai padatnya kalender membuat pembalap berada di batas kemampuan fisik dan mental. Hal ini juga berdampak pada meningkatnya jumlah cedera sepanjang musim.
“Semua pembalap kelelahan. Tak heran banyak yang cedera. Kami ingin menghibur penonton, tapi keselamatan tetap nomor satu,” pungkasnya.
Kecelakaan Marc Marquez di Mandalika kembali membuka diskusi serius soal standar keselamatan sirkuit. Banyak pihak kini mendesak agar permukaan lintasan dan jebakan kerikil di Mandalika dievaluasi sebelum seri berikutnya digelar. (boi)









