Otoplasa.com – Tak dipungkiri teknologi ABS di dunia otomotif berasal dari dunia dirgantara. Usai puluhan tahun menikmati alih teknologi pengereman yang mumpuni, giliran pesawat terbang Boeing 737-10 melangkah lagi lebih canggih. Dimana menjalani uji suhu ekstrem hingga 1.371 derajat Celcius.
Demikian dunia antariksa kembali mencatatkan pencapaian teknis yang luar biasa di Edwards Air Force Base. Varian terbaru Boeing, 737-10, sukses melewati ujian yang sangat krusial bagi keselamatan penumpang.
Pesawat tersebut baru saja menuntaskan pengujian kinerja pengereman pada skenario paling berbahaya. Fokus utamanya adalah validasi sistem saat pembatalan lepas landas pada kecepatan tinggi.
Dalam pengujian ini, Boeing 737-10 Jalani Uji Rem Ekstrem dengan suhu yang sangat mencengangkan. Panas pada cakram rem dilaporkan menembus angka 1.371 derajat Celcius.
Akar Teknologi ABS Otomotif
Bagi pecinta otomotif, suhu ekstrem ini mengingatkan kita pada performa pengereman mobil balap. Namun, tahukah Anda bahwa teknologi Anti-lock Braking System (ABS) sejatinya lahir di langit?
Dunia dirgantara menciptakan sistem pengereman pintar agar pesawat tidak melintir saat mendarat. Sistem ini mengatur tekanan rem secara presisi agar roda tidak terkunci di landasan.
Teknologi ini kemudian diadaptasi ke industri otomotif demi aspek keselamatan berkendara di jalan raya. Tanpa inovasi dari pesawat, mobil modern mungkin belum memiliki kontrol pengereman seakurat sekarang.
Simulasi Kondisi Paling Buruk
Pada pengujian di California, Boeing sengaja menggunakan rem yang sudah aus hingga sisa 2 persen. Langkah berani ini bertujuan memastikan pesawat tetap aman dalam kondisi paling kritis.
Pesawat dipacu hingga kecepatan 333 km/jam dengan bobot maksimum 89.765 kilogram. Hebatnya, deselerasi total hanya mengandalkan sistem pengereman tanpa bantuan thrust reverser mesin.
“Sistem rem menunjukkan kemampuan disipasi panas luar biasa tanpa kegagalan fungsi,” tulis laporan resmi Boeing.
Hal ini membuktikan keandalan sistem pengereman advance yang diusung oleh varian 737-10. Bila memungkinkan, teknologi ini bisa kembali ditularkan pada otomotif lagi.
Menuju Sertifikasi FAA
Momen Boeing 737-10 menjalani uji rem ekstrem ini menjadi syarat mutlak bagi regulasi penerbangan internasional. Data pengujian segera dikirimkan kepada Federal Aviation Administration (FAA) sebagai bukti standar keselamatan.
Pesawat sepanjang 43,8 meter ini mampu mengangkut hingga 230 penumpang dengan emisi karbon rendah. Boeing mengklaim tingkat kebisingannya berkurang 50 persen dibanding generasi sebelumnya.
Sertifikasi tipe pesawat ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026. Pabrikan berencana memulai pengiriman unit perdana kepada maskapai pelanggan pada tahun 2027 mendatang.
Dengan pengereman yang lebih canggih, 737-10 siap menjadi pemimpin baru di pasar lorong tunggal. Inovasi ini membuktikan bahwa batas teknologi pengereman terus berkembang demi keamanan umat manusia. (ton)















