Otoplasa.com – Kualitas rantai motor KTM di ajang MotoGP menjadi pertanyaan dan sorotan. Khususnya di GP San Marino yang membuyarkan performa Pedro Acosta maupun Brand Binder.
Diketahui KTM mengalami akhir pekan sulit di Sirkuit Misano akibat masalah rantai yang berulang. Brad Binder menduga kerusakan rantai dipicu benturan keras dengan kerb tinggi di Sirkuit Misano. Kendati dia menjadi satu-satunya pembalap KTM yang finis dan meraih poin dalam balapan penuh drama tersebut.
Persiapan Binder terganggu berat setelah rantai motornya putus dua kali saat latihan Jumat dan Sabtu pagi. Nasib serupa menimpa rekan setimnya, Pedro Acosta, yang terpaksa mundur di lap delapan karena rantai lepas.
Sempat Tampil Impresif
Padahal Acosta sempat tampil impresif dengan menyalip hingga posisi keempat, tepat di belakang Alex Marquez. Binder mengaku terkejut melihat rantai motornya lepas berkali-kali selama satu akhir pekan balapan.
Namun ia menegaskan bahwa masalah itu bukanlah cacat desain mendasar pada KTM RC16. “Kami tak pernah kehilangan rantai sebelumnya,” ujar Binder menanggapi insiden yang merugikannya.
Menurut Binder, momen turunnya perangkat ride height saat melibas kerb besar menjadi penyebab utama. Ia menilai getaran akibat kerb tebal membuat rantai bisa terlepas pada kondisi tertentu.
“Sulit diterima insiden ini terjadi tiga kali, meski bukan masalah mendasar motor,” tambahnya.
KTM Wajib Lakukan Perbaikkan
Sementara itu, Acosta tak mampu menyembunyikan kekecewaannya usai gagal finis di San Marino. Pembalap Spanyol itu bahkan melampiaskan frustrasi dengan gestur kesal setelah menepi dari lintasan.
Acosta menyebut dirinya nyaris menyelamatkan akhir pekan berat KTM dengan performa kompetitif. Ia menegaskan sempat punya kecepatan untuk menembus posisi empat besar di Misano.
“Ini olahraga mekanis dan teknis. Tapi sulit diterima karena kami sudah bekerja keras sepanjang akhir pekan,” kata Acosta.
Menurutnya, KTM wajib melakukan perbaikan agar insiden rantai tak kembali terjadi di balapan berikutnya. “Dalam satu setengah tahun di MotoGP, hal seperti ini tak pernah saya alami,” tegasnya.
Acosta berharap konsistensi KTM bisa kembali, setidaknya menjaga peluang finis lima besar musim ini. (ton)











