otoplasa.com, Spanyol – Nilai kontrak Johann Zarco yang bersinar membela tim Satelit LCR Honda berpeluang meroket usai tampil impresif. Pembalap Perancis itu tampil meyakinkan di atas motor Honda RC213V di musim 2025, bila dibandingkan dengan duo andalan tim pabrikan Honda, Luca Marini maupun Joan Mir.
Hingga MotoGP Qatar, Zarco telah mengoleksi 38 poin, jauh meninggalkan Marini (26) dan Mir (10) serta rekan setimnya di LCR Honda, Chantra (0). Dengan bukti poin tertinggi di seluruh jajaran pembalap Honda, Manajer tim LCR, Lucio Cecchinello, menyatakan berusaha mempertahankan Zarco dan memperpanjang durasi kontraknya.

Pembicaraan kontrak untuk musim 2026 telah dimulai dan berharap Zarco tetap bertahan bersama mereka, meskipun ada potensi ketertarikan dari tim pabrikan Honda. Dimana Zarco bergabung dengan LCR Honda pada awal musim 2024 dan langsung tampil konsisten. Hingga kini, ia menempati posisi keenam dalam klasemen sementara MotoGP 2025, menjadi pembalap Honda dengan pencapaian terbaik. Salah satu hasil paling mencoloknya adalah finis keempat di seri Qatar, alias posisi tertinggi yang berhasil diraih pembalap Honda sejauh musim ini berlangsung.
“Ya, ini jelas penting,” ujar Zarco jelang MotoGP Spanyol.
“Saya tahu saya melakukan hal yang bagus bersama Honda. Pada titik ini dalam karier saya, saya ingin melanjutkan bersama Honda, dan itu akan menjadi pilihan terbaik.”
Zarco juga menyatakan ketertarikannya mengikuti balapan ketahanan Suzuka 8 Hours, yang dianggapnya sebagai bagian penting dalam proyek jangka panjang bersama Honda. Untuk itu Lucio Cecchinello menyampaikan rasa puasnya terhadap performa Zarco dan kerja keras timnya.
“Kami sangat senang dan puas dengan bagaimana Johann mengendarai motor, dan secara pribadi saya juga puas dengan bagaimana tim bekerja mendukungnya,” ujar Cecchinello.
Ia menambahkan bahwa LCR kini mendapat dukungan lebih besar dari Honda dibandingkan sebelumnya. “Honda semakin melihat kami sebagai bagian dari keluarga mereka,” katanya. “Tujuan utama mereka adalah menempatkan sebanyak mungkin motor Honda di posisi depan.”
Meski demikian, Cecchinello tetap ingin menjaga ekspektasi menjelang rangkaian balapan Eropa. Ia menyebut sirkuit seperti Jerez, Le Mans, dan Mugello akan menjadi tolok ukur realistis bagi performa LCR Honda.
“Kami akan sangat senang jika bisa mempertahankan posisi di lima atau enam besar di Mugello. Tapi itu akan sangat sulit karena para pesaing kami juga bekerja keras,” tutupnya. (ton)









