Malaysia Gaet Jepang Bikin Mobil Terbang

Otoplasa.com – Negara tetangga kita seakan makin jeli menangkap peluang pasar otomotif di masa depan. Sukses dengan program mobil nasional hingga tiga merek sekaligus (Proton, Perodua dan DreamEDGE), kini Malaysia menatap yang lebih bergengsi, yaitu mobil terbang.

Dalam laporan yang Otoplasa kutip dari Bernama, Kantor Berita Malaysia menyebutkan bahwa Menteri Pengembangan Wirausaha Datuk Seri Mohd Redzuan Md Yusof menjelaskan persiapan mobil terbang Malaysia telah mencapai 85%. Dia menjanjikan sebelum 2019 berakhir, prototype-nya akan sukses mengudara.

Proses pengembangannya dipercayakan pada perusahaan Malaysia Aerodyne Group di Jepang. Di Negeri Matahari Terbit sendiri ekosistem persiapan infrastruktur mobil terbang telah siap. Jadi selain mengembangkan unitnya, Malaysia juga belajar tentang aturan regulasinya yang bakal diterapkan di negaranya

Yusof memaparkan bulan depan dia akan ke Jepang untuk memantau secara langsung. “Saya ke Jepang September nanti untuk Konferensi Penerbangan dan saya berharap bisa melihat mobil (terbang) yang hampir lengkap yang akan kami bawa pulang menjelang akhir tahun ini,” janjinya.

Hanya saja meski terkesan tertunda karena direncanakan Oktober nanti mobil terbangnya sudah mengudara, Yusof menegaskan tak akan asal terbang. Sebab dia harus memastikan bahwa ekosistem di Malaysia untuk mobil terbang sudah siap dan disesuaikan dengan kondisi lokal negara bersangkutan.

“Mobil terbang merupakan inisiatif pribadi. Kami tidak mengendalikan mereka (investor) pada apa yang ingin mereka lakukan, tetapi kami perlu menciptakan industri (mobil terbang) dan aturannya di Malaysia,” wantinya.

Yusof bersyukur kementeriannya saat ini sedang aktif mendiskusikan dengan kementerian yang terlibat pada sektor penerbangan. Tujuannya menciptakan ruang yang tersedia untuk mobil terbang di Malaysia, dengan penentuan batas dan area yang boleh dan tidak. Selain itu juga membuka kesempatan kepada perusahaan lokal dalam mengembangkan mobil terbang.

Tentang lokasi pengujian, Yusof menyebutkan daerah Cyberjaya. Lokasi ini dirasa pas demi tes lapangan dan evaluasi.

Prototype pertama mobil terbang Malaysia bakal disebut Vector, yang berbasis solusi mobilitas udara point-to-point. Tak ubahnya taksi yang mengambil udara sebagai lintasan. Sepintas wujud Vector mirip dengan drone dengan 4 kipas baling-baling. Di tengahnya terdapat kokpit untuk dua penumpang.

Tenaga motornya ada empat berwujud baterai lithium-ion. Drone raksasa ini berbobot total 600 kg, dengan daya muat 200 kg. Saat diaktifkan Vector mampu terbang setinggi 50 meter di atas permukaan tanah. Kecepatannya 60 km/jam dengan lama terbang antara 30 – 90 menit. Diasumsikan jika menaiki drone ini dari Surabaya bisa menuju ke Sidoarjo, Mojokerto atau terbang hingga ke Bangkalan. Pas sebagai alternatif kendaraan saat jalanan sedang macet. (anto/source: Bernama/21-08-2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *