Marc Marquez Gladiator, Francesco Bagnaia Makin Terpuruk

Ducati Darurat Bumi Langit Duo Pembalapnya

Otoplasa.com – Marc Marquez kembali menjadi gladiator, sedangkan Francesco Bagnaia semakin terpuruk. Prestasi kedua pembalap Ducati Lenovo itu kini bagaikan bumi dan langit.

Grand Prix Austria di Red Bull Ring menjadi saksi. Bagaimana dua kisah berbeda dalam garasi Ducati Lenovo. Marc Marquez tampil luar biasa dengan menaklukkan Spielberg dan memperpanjang dominasinya di musim 2025.

Sebaliknya, juara bertahan Francesco ‘Pecco’ Bagnaia justru terpuruk, gagal di Sprint dan finis kedelapan di balapan utama. Dia tertinggal 12 detik dari rekan setimnya, menambah krisis performa yang menghantuinya sejak awal musim.

Marc Marquez Gladiator Francesco Bagnaia
Davide Tardozzi berupaya mengembalikan kekuatan mental Pecco

Marquez, gladiator yang bangkit
Bagi Davide Tardozzi, Manajer Ducati Lenovo Team, kemenangan Marquez bukan sekadar ancaman bagi lawan, melainkan juga pembuktian nyata. “Marc butuh Ducati untuk bersinar di trek ini,” ujar Tardozzi kepada GPOne.

Menurutnya, kemenangan tersebut membuktikan pemulihan fisik Marquez, faktor yang membatasi penampilannya dalam beberapa tahun terakhir. “Bakatnya tak pernah diragukan. Kini, dengan motor dan tim tepat, ia kembali dominan seperti 2019,” lanjutnya.

Tardozzi menilai Marquez tak hanya cepat, tetapi juga matang dan konsisten menghadapi setiap seri. Dengan delapan kemenangan ganda musim ini, Marquez membuat masa depan Ducati terlihat sangat aman.

Marc Marquez Gladiator Francesco Bagnaia
Sungguh berat menjadi rekan setim, Marc Marquez

Mimpi buruk Bagnaia berlanjut
Namun, Tardozzi mengakui kondisi Bagnaia kini menjadi perhatian utama Ducati. “Kami patut merayakan Marc, tapi prioritas kami tetap Pecco,” tegas Tardozzi.

“Situasi ini tak baik. Kami harus menemukan solusi agar dia kembali konsisten dan meraih podium,” ujarnya.

Bagnaia sendiri meninggalkan Austria dengan frustrasi, meminta jawaban atas performanya yang kembali mengecewakan. Tardozzi memahami reaksi emosional Bagnaia sebagai hal wajar dalam kondisi penuh tekanan.

“Semua orang di Ducati khawatir. Kami ingin melihatnya kembali ke tiga besar,” katanya.

Kepercayaan, kerja sama, dan mentalitas
Tardozzi menegaskan Ducati tetap percaya penuh pada sang juara bertahan asal Italia tersebut. “Pecco tidak akan menyerah. Ada kepercayaan timbal balik, kami akan berjuang memulihkan performanya,” jelas Tardozzi.

Menurutnya, bukan hanya motor yang menentukan, tetapi juga faktor psikologis Bagnaia di lintasan. “Dia perlu menemukan kembali determinasi seperti di sesi Jumat Spielberg. Itu penampilan sangat mengesankan,” katanya.

Secara teknis, Ducati sudah berada di level tinggi. Tantangannya kini menyatukan performa dan mental Bagnaia.

Musim kontras Ducati
Saat Ducati berjaya bersama Marquez, bayang-bayang krisis Bagnaia terus membesar. Bagi tim yang dikenal dominan dan seimbang, tantangan sebenarnya adalah menyelamatkan juara bertahan mereka. Dimana Ducati boleh merayakan kemenangan, tapi pertempuran utama adalah mengembalikan Bagnaia sebelum segalanya terlambat. (ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *