Marc Marquez Jatuh di Misano, Fans Rossi Bersorak

Mentalitas Tak Goyah

Otoplasa.com – Terjatuh di MotoGP San Marino, Marc Marquez mengaku mentalnya tak goyah. Kendati ada sorakan kebahagiaan dari fans Valentino Rossi di Misano.

Itulah seklumit kekacauan yang terjadi di MotoGP San Marino 2025 ketika Marc Marquez mengalami insiden pada sprint race. Dimana balapan berlangsung di kandang Valentino Rossi yang sarat sejarah persaingan.

Marquez, pembalap Ducati Lenovo, sejatinya memimpin jalannya balapan. Namun petaka datang di tikungan 15 pada lap keenam. Insiden itu langsung memicu reaksi keras penonton. Sebagian terkejut, tetapi ada yang justru bersorak gembira atas nasib sang juara dunia.

Marc Sentil Aksi Provokatif
Marquez merespons dingin aksi provokatif tersebut. “Mereka mendefinisikan diri mereka sendiri,” ujarnya tentang fans yang merayakan kecelakaan itu.

Ia menambahkan, “Orang lain mengira saya bukan manusia. Namun kesalahan bisa terjadi, dan hari ini kami membuat kesalahan di tikungan 15.”

Meski jatuh, Marquez tetap optimistis. Ia masih memiliki match point untuk merebut gelar dunia kesembilan di MotoGP Jepang dua pekan mendatang.

Sebelum kecelakaan, Marquez tampil agresif melawan Marco Bezzecchi. Ia mengaku mengambil risiko besar pada awal lap. “Saya menyalip di bagian lintasan yang biasanya tak digunakan. Namun Anda harus mengejutkan lawan,” katanya.

Fantor Ban
Sayangnya, faktor ban depan yang belum cukup dingin membuatnya kehilangan kendali. “Saya sudah melewati bagian tersulit, tapi tidak mempertimbangkan pendinginan ban depan,” ungkapnya.

Marquez menegaskan peluang juara masih terbuka lebar. Kini, hanya ia dan adiknya, Alex Marquez, yang bersaing memperebutkan gelar. Dengan enam balapan tersisa, persaingan keluarga ini menjadi sorotan.

“Tahun ini kami akan menang. Kami akan berusaha maksimal, baik di sini maupun Jepang,” tegas Marquez.

Ia menekankan pentingnya menyelesaikan balapan tanpa kesalahan, meski ambisi meraih kemenangan tetap ada. Kendati dia mencatatkan pengalaman di Misano dan ulah penonton jauh dari sisi sportifitas.

Luka Lama
Reaksi fans yang bersorak atas jatuhnya Marquez menunjukkan luka lama rivalitas 2015 belum sembuh. Saat itu, hubungan antara kubu Rossi dan Marquez masih tetap memanas dan membekas.

Marquez sendiri memilih fokus pada balapan. “Saya masih punya mentalitas sejak awal musim: jangan membuat kesalahan, belajar darinya,” tekadnya.

Meski jatuh di Misano, Marquez menegaskan mentalnya tidak akan goyah. Pertarungan menuju gelar dunia di kandang Rossi memang belum terwujud, namun justru membawa aroma persaingan MotoGP 2025 semakin memanas. Jadi kita tunggu saja apa Marquez bisa menyegelnya di Jepang atau justru di Mandalika. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *