Otoplasa.com – Marc Marquez akhirnya kembali merasakan lintasan balap untuk pertama kalinya sejak kecelakaan hebat yang dialaminya pada MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Oktober lalu. Juara dunia sembilan kali itu menuntaskan lap aspal perdananya pada 2026 setelah menjalani masa pemulihan panjang akibat cedera bahu kanan.
Kecelakaan Marquez terjadi di lap pembuka MotoGP Indonesia 2025, tepatnya di tikungan kanan cepat T7 Mandalika. Saat itu, motor Ducati yang ditungganginya tertabrak Marco Bezzecchi dari belakang, membuat Marquez terjatuh keras dan mengalami dislokasi bahu kanan.
Insiden tersebut menjadi pukulan berat bagi pembalap asal Spanyol itu, karena terjadi hanya sepekan setelah ia memastikan gelar juara dunia MotoGP 2025 di Motegi, Jepang. Cedera itu memaksa Marquez mengakhiri musim lebih cepat dan absen dalam empat seri terakhir, termasuk tes pascamusim di Valencia, demi fokus pada pemulihan total.
Prioritas Utama
“Keselamatan dan pemulihan jangka panjang adalah prioritas utama. Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun,” ujar Marc Marquez, pembalap tim Ducati Lenovo, dalam keterangan resminya.
Cedera bahu kanan bukan hal baru bagi Marquez. Dalam beberapa musim terakhir, ia berkali-kali harus berjibaku dengan cedera serius yang mengganggu performanya, mulai dari patah tulang lengan hingga masalah bahu yang kambuh. Kecelakaan di Mandalika kembali menguji mental dan fisik sang juara dunia.
Pascaoperasi, Marquez memilih menepi lebih lama dari perkiraan awal. Ia rela melewatkan empat seri penting setelah Mandalika demi memastikan kondisi bahunya benar-benar pulih dan siap menghadapi musim baru tanpa kompromi.
“Cedera ini mengajarkan saya untuk lebih sabar. Saya ingin kembali 100 persen, bukan sekadar cepat,” kata Marquez.
Bertahap Kembali ke Motor
Proses comeback Marquez dilakukan secara bertahap. Pada Desember, ia mulai kembali mengendarai motor flat track di Alcarras. Memasuki Januari, Marquez melanjutkan latihan dengan motor motocross Ducati Desmo450 MX untuk mengembalikan kekuatan dan refleks.
Puncaknya, pada 8 Januari 2026, Marquez akhirnya kembali ke sirkuit tertutup. Ia menjalani sesi latihan aspal di Aspar Circuit, Valencia, menunggangi Ducati Panigale V2. Jarak waktu antara kecelakaan Mandalika pada 5 Oktober hingga kembali ke lintasan tercatat hampir tiga bulan, lebih cepat sekitar satu bulan dari estimasi awal setelah operasi.
“Kami senang melihat progres Marc yang sangat positif. Ia mengikuti semua tahapan pemulihan dengan disiplin tinggi,” ujar Gigi Dall’Igna, General Manager Ducati Corse.
Dalam sesi tersebut, Marquez juga berbagi lintasan dengan kompatriotnya, Max Quiles, pembalap muda yang merupakan protegenya. Quiles digadang-gadang menjadi salah satu kandidat kuat juara Moto3 2026 setelah tampil impresif di musim debutnya.
Fokus Menuju MotoGP 2026
Persiapan Marquez menuju MotoGP 2026 masih akan berlanjut dengan latihan di lintasan tanah dan penggunaan motor produksi hingga awal Februari. Uji pramusim resmi MotoGP dijadwalkan berlangsung di Sepang, Malaysia, pada 3–5 Februari 2026.
Musim baru MotoGP akan dibuka lewat Grand Prix Thailand yang berlangsung pada 27 Februari hingga 1 Maret. Balapan tersebut sekaligus menjadi awal misi Marquez mempertahankan gelar juara dunia yang diraihnya secara dramatis musim lalu.
“Saya tidak sabar kembali balapan, tapi semuanya akan dilakukan selangkah demi selangkah,” tutup Marquez.
Dengan kondisi fisik yang terus membaik dan mental juara yang tak pernah luntur, Marc Marquez kembali menjadi salah satu figur paling dinantikan di MotoGP 2026. (boi)











