Otoplasa.com – Marc Marquez melontarkan kritik tajam terhadap fitur elektronik baru di MotoGP, yakni electronic stability control. Menurutnya, teknologi ini berpotensi mengurangi peran dan keterampilan pembalap di lintasan.
Fitur stability control terintegrasi dengan traction control untuk mengukur gerakan menyamping terhadap laju motor. Sistem kemudian memutuskan kapan mengurangi torsi saat motor mengalami slide. Tujuannya meningkatkan keselamatan, terutama mencegah kecelakaan highside yang tidak mampu diatasi traction control konvensional.
Namun, Marquez menilai teknologi ini bisa mengurangi peran pembalap. “Mengendarainya jadi lebih mudah,” ujarnya setelah uji coba di Aragon dan Malaysia.
Ia menambahkan, “Semakin banyak elektronik, semakin kecil perbedaan yang bisa dibuat pembalap.”
Pabrikan Punya Pandangan Berbeda
Pembalap Ducati tersebut meragukan klaim peningkatan keselamatan. “Soal aman atau tidak, setiap pabrikan punya pandangan berbeda,” tegasnya.
Bagi Marquez, perkembangan teknologi seperti ride height device dan aerodinamika modern telah mengurangi serunya duel di lintasan. Ia mengenang pertarungan sengit melawan pembalap Ducati di Red Bull Ring.
“Dulu lebih seru karena sekarang perangkat belakang dan aerodinamika sangat memengaruhi saat membuntuti lawan,” keluhnya.
Serba Elektronik Batasi Pembalap
Marquez menilai teknologi saat ini membatasi kemampuan pembalap. “Kamu tak bisa mengerem di titik yang sama. Tak bisa menikung di titik yang sama,” jelasnya. Menurutnya, rivalitas legendaris yang menjadi ciri khas MotoGP kini terancam hilang.
Jelang upaya meraih kemenangan ke-10 di Red Bull Ring, Marquez menghadapi tantangan beradaptasi dengan regulasi baru. Perubahan ke mesin 850cc pada 2027 akan membatasi ride height device dan aerodinamika. Namun, belum jelas apakah itu cukup untuk mengembalikan sensasi balapan yang memacu adrenalin.
Marquez menegaskan, teknologi seharusnya meningkatkan olahraga, bukan menutupi seni balap pembalap. Kini, pertanyaan besarnya: akankah MotoGP tetap menjadi panggung keterampilan manusia, atau berubah menjadi arena pertarungan elektronik?
Kita tunggu saja! (ton)











