Mazda CX-3 Pro AutoExe Stabil Di Tikungan Ekstrim

Tampil Lebih Sporty dan Bertenaga

Otoplasa.com – Gemar melibas tikungan dengan kecepatan tinggi tanpa ada rasa limbung, Mazda CX-3 Pro AutoExe bisa jadi pilihan. Pasalnya ketika Otoplasa membawanya hingga ke Nongkojajar, Pasuruan, badan dan kepala tak bergeser mendekat ke pilar B. Padahal tikungan yang dilewati cukup terkenal berkelok-kelok dan ada yang nyaris berbalik arah 180 derajat!

Ya embel-embel AutoExe adalah jawaban mengapa SUV kompak ini sangat stabil dan presisi melahap beragam jenis tikungan. Badan seakan tetap menempel pada jok dan kepala juga tak bergeming seolah tak terkena efek gaya sentrifugal. Semua mampu teredam oleh ragam aksesoris AutoExe yang menempel pada Mazda CX-3 Pro.

Mazda CX-3 Pro AutoExe dibekali strut tower bar, floor cross bar, serta lower arm bar terbaru. Racikan ini menjadikan pengendalian lebih mantap, presisi, dan stabil di berbagai kondisi jalan. Di ragam tikungan Nongkojajar yang berkelok-kelok, kami coba dengan menginjak pedal gas lebih dalam, nyatanya di kecepatan antara 60-70 km/jam, bodi mobil tidak terasa limbung.

Mazda CX-3 Pro AutoExe Stabil Tikungan
Kami ajak Mazda CX-3 Pro AutoExe ke jalanan menikung Nongkojajar, Pasuruan

Tubuh Penumpang Tak Goyah
Tubuh driver maupun penumpang disamping tetap tak tergoyahkan. Bahkan terlalu stabilnya SUV seharga Rp 574,4 juta OTR Surabaya ini, kami mengulanginya lagi saat arah balik arah kembali ke Surabaya. Sungguh pengalaman ini memberikan sensasi tersendiri bahwa CX-3 Pro AutoExe unggul dalam kenyamanan sekaligus kestabilan berkendara.

Oh ya karena kontur jalan di Nongkojajar merupakan pegunungan yang mendaki (ke arah Bromo) dan menurun saat berbalik arah, kami juga bergantian menggunakan mode Eco dan Sport. Di Eco terasa ada limiter bahwa mesin mobil hanya bermain di kisaran 2000-an rpm, sehingga Otoplasa menginginkan ada tambahan tenaga.

Asyiknya saat mode diganti ke Sport, sensasi asupan tenaga terasa melimpah. Putaran mesin kini bisa naik ke angka 3000 rpm lebih cepat tanpa delay. Tanjakan berkelok ekstrim lebih mudah terlewati. Dan yang pasti akurasi pengendalian tetap terjaga, dimana ban roda depan tetap aman tak melewati marka tengah jalan.

Mazda CX-3 Pro AutoExe Stabil Tikungan
Ragam part Autoexe dongkrak penampilan dan performa

Part Khusus AutoExe
Di tengah keasyikkan tenaga mesin yang melimpah, sesungguhnya ada racikan yang terlihat dan tak tampak dari AutoExe. Yaitu part khusus pada air filter dan exhaust. Bila sistem exhaust terlihat pada ujung knalpot ganda, maka yang saringan udara berada di balik kap mesin. Jika kotak saringan udara dibuka, maka tampak produk AutoExe berwujud filter berwarna merah. Inilah rahasia tambahan mengapa mesin lebih responsif dengan suara knalpot yang lebih gahar.

Sebagai pembeda Mazda CX-3 Pro AutoExe adalah varian flagship. Memang masih ada varian Mazda CX-3 Sport 1.5 dan 1.5 Kuro, namun semuanya bermesin 1500 cc. Berbeda dengan Mazda CX-3 Pro AutoExe yang mengusung 2000 cc. Dimana dayanya mencapai 149 ps dan torsi maksimal 195 Nm di 2.800 rpm.

Jadi tambahan nama AutoExe tak sekadar menjadikan performa mesin dan kestabilan mobil meningkat pesat, namun secara penampilan juga ikut terdongkrak. Dengan kata lain sentuhan resmi AutoExe terbukti meningkatkan performa dan kesenangan berkendara. Selain itu AutoExe turut memberikan kosmetik tambahan di interior berupa handle shifter, jahitan merah di lingkar kemudi, hingga karpet khusus AutoExe.

Catatan lainnya dengan kombinasi pemakaian mode Eco dan Sport, serta terkadang memakai transmisi manual di belakang setir, konsumsi bbm-nya lumayan irit. Tercatat rata-rata perliter mencapai 13 km. Dan selama dua hari pemakaian, Otoplasa memesrai Mazda CX-3 Pro AutoExe sejauh total 151 km. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *