McLaren Pastikan Mobilnya Lebih Kompromis Usai Diskualifikasi Las Vegas

Hati-Hati Setingan Bawah

Otoplasa.com – McLaren memastikan mobilnya bakal lebih kompromis usai pengalaman pahit diskualifikasi di Las Vegas. Untuk memastikan raihan poin aman bagi kedua pembalapnya, akan lebih berhati-hati dengan setingan mobil.

Seperti diketahui gara-gara kesalahan setingan, McLaren kembali menghidupkan peluang gelar Max Verstappen. FIA menemukan keausan skid block berlebih pada kedua mobil McLaren hingga akhirnya menjatuhkan diskualifikasi jelang seri-seri balap krusial menatap akhir musim.

Kendati demikian Lando Norris tetap memimpin klasemen dengan selisih 24 poin. Selisih itu seharusnya berjarak 30 poin dari Oscar Piastri jika hasil awal bertahan.

Poin Penting
Kemenangan Verstappen membikin jaraknya dengan Piastri hilang sepenuhnya. Terlebih GP Qatar menghadirkan Sprint Race yang menyediakan tambahan delapan poin penting. Walaupun begitu McLaren tetap percaya diri menghadapi Qatar karena mendominasi Sprint tahun lalu. Yang patut diingat, Verstappen tetap menang pada balapan utama di Sirkuit Lusail.

Dalam kolomnya di The Telegraph, mantan desainer F1 Gary Anderson menjelaskan dampak diskualifikasi itu. Ia menyebut McLaren harus lebih berhati-hati pada dua balapan terakhir musim ini. Perubahan paling jelas adalah menaikkan ground clearance mobil demi menjaga plank. Ferrari melakukan langkah serupa setelah diskualifikasi di GP China pada Maret lalu.

Perubahan itu akan mengurangi downforce dan mengorbankan catatan waktu lap. Selain itu, McLaren harus memberi margin lebih pada konsumsi bahan bakar.

Mereka juga perlu membuka ventilasi pendinginan mobil lebih lebar. Kesalahan kecil atau penalti tambahan dapat menguntungkan Verstappen secara signifikan.

Lebih Kompromi
Akibatnya, Norris dan Piastri akan sedikit terkompromi pada dua akhir pekan berikutnya. Langkah ini perlu untuk mencegah salah satu kejatuhan terbesar dalam sejarah F1.

Sebaliknya, Verstappen diprediksi akan tampil sangat agresif. Red Bull menilai McLaren cukup rentan terhadap tekanan karena kurang pengalaman gelar.

Di sisi lain, George Russell memprediksi Verstappen sangat cepat di Qatar. Menurut Auto Motor und Sport, pembalap Mercedes tersebut Lusail sebagai trek Red Bull. Prediksi itu berdasar performa Verstappen di Suzuka dan Silverstone yang memiliki karakter serupa.

Artinya jika Norris finis kedua di dua balapan berikutnya, ia tetap unggul 16 poin menuju Abu Dhabi. Namun ancaman hadir dari pembalap tim lain atau potensi penalti yang disebut Anderson. Sementara pengalaman Norris mundur dari GP Belanda karena masalah sasis, tetapi itu satu-satunya sejak Brasil 2022. Jadi Piastri juga belum mengalami kegagalan sejak GP Austin 2023.

Yang pasti penggemar balap F1 bakal disuguhi akhir balap terakhir yang sulit ditebak hasilnya. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed