otoplasa.com – Siapa bilang mesin 2 tak pembawa polusi lebih besar bila dibandingkan 4 tak?
Mungkin itu jawaban awam yang telah diakui kebenarannya. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, terbuka peluang mesin 2 tak bakal lebih ramah lingkungan mengalahkan 4 tak. Bahkan sebagian ada yang yakin mesin 2 tak dengan kombinasi bahan bakar hidrogen bisa kembali tampil di MotoGP pada 2026 nanti.
Stinkwheels, spesialis mesin 2 tak yakin bila diberi kesempatan mengembangkan dapur pacu balap untuk balapan bergengsi tersebut, era kejayaan 2 tak akan kembali. Seperti diketahui mesin 2 tak mengakhiri kejayaannya pada akhir musim balap 2000 di MotoGP. Dimana ketika itu Honda sangat getol mengkampanyekan bahwa balapan harus lebih ramah lingkungan dan saatnya untuk beralih ke mesin 4 tak.
Kehadiran era bahan bakar hidrogen di masa depan, turut membuka peluang kesempatan bangkitnya mesin 2 tak. Penyesuaian teknologi dengan menyertakan sistem pasokan bahan bakar hidrogen secara langsung dengan mempertimbangkan berapa besar tekanan yang diberikan, mesin dua langkah akan lebih efisien. Emisi gas buang yang berupa air memastikan bahwa mesin 2 tak masa depan sangat peduli pada lingkungan sekitarnya.
Hanya saja tak ada yang menampik bila penggunaan teknologi hidrogen sangat mahal. Seperti penuturan Pat Symonds, insinyur dan kepala teknis yang berkutat puluhan tahun di Formula 1. Dia sangat tertarik F1 ke depan akan menerapkan mesin dua tak pada 2025 nanti.
“Saya setuju bilamana mesin dua langkah terbaru dipakai kembali di F1. Suara mesin dari knalpotnya akan lebih melengking dan bila ini terjadi pada F1, setahun kemudian bisa saja menular pada MotoGP,” yakinnya.
“Sistem injeksi langsung, pengaturan pengisian tekanan dan sistem pengapian baru telah sangat memungkinkan kembali hadirnya mesin dua langkah baru yang lebih efisien dan sangat ramah terhadap gas buang. Ke depan ada peluang masa depan yang lebih baik untuk mesin jenis itu,” pungkas Symonds. (boy/13-01-2020)
















