Otoplasa.com – Sinergi MPM Honda Sedati bersama Polri sukses meredam potensi huru-hara. Simulasi menetralisir situasi darurat di lingkungan kerja tersebut memunculkan respon cepat tanggap dari para karyawan.
Begitulah potensi gangguan keamanan berupa huru-hara di area operasional MPM Honda Sedati berhasil diredam dengan cepat. Keberhasilan ini merupakan hasil nyata sinergi antara PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur. Melalui simulasi intensif, para karyawan menunjukkan ketangkasan luar biasa dalam menetralisir situasi darurat yang mengancam lingkungan kerja.
Langkah taktis ini diambil untuk memastikan keamanan masyarakat sekitar tetap terjaga dengan kondusif. Penanganan situasi konflik memerlukan koordinasi yang sangat matang antara pihak internal perusahaan dan kepolisian. Kesiapsiagaan karyawan menghadapi situasi darurat keamanan menjadi kunci utama dalam meredam eskalasi massa yang tidak terkendali.

Pentingnya Kesiapan Mental dan Fisik Karyawan
Hari Subagiyo, After Sales Service Associate MPM Honda Jatim, membuka langsung kegiatan strategis ini secara resmi. Ia menegaskan pentingnya kesiapan mental dan fisik karyawan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan. Seluruh divisi operasional terlibat aktif untuk memperkuat sistem tanggap darurat di wilayah Sedati dan sekitarnya.
Tim ahli dari Kepolisian Daerah Jawa Timur memberikan pembekalan mendalam mengenai prosedur mitigasi risiko keamanan. Materi edukasi meliputi teknik komunikasi darurat, manajemen konflik, hingga prosedur evakuasi massa yang aman. Simulasi tersebut dirancang sangat realistis guna melatih ketenangan karyawan saat berada di bawah tekanan situasi huru-hara.
Rita Djohar, HCGS Division Head MPM Honda Jatim, memberikan penekanan khusus terkait tujuan utama pelatihan ini. “Kami ingin memastikan karyawan memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat,” tegas Rita.

Bagian Implementasi Standar K3
Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik sangat krusial untuk meminimalkan risiko keamanan di tempat kerja. Menurutnya kesiapsiagaan karyawan merupakan bagian dari implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur turut memberikan apresiasi tinggi atas langkah proaktif yang dilakukan manajemen MPM. Kesadaran kolektif karyawan dianggap mampu menjadi benteng pertama dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan perusahaan.
Melalui pelatihan rutin ini, MPM Honda Jatim berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Masyarakat sekitar diharapkan merasa lebih tenang dengan adanya sistem pengamanan yang terintegrasi dan profesional. Sinergi ini membuktikan bahwa kesiapan internal sangat efektif dalam mencegah terjadinya gangguan ketertiban umum. (boi)












