Otoplasa.com – Pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama semakin matang secara emosional. Dia mampu mengkalkulasi dengan tepat saat balapan di lintasan Basah Le Mans.
Ya sirkuit Bugatti, Prancis tersebut menjadi saksi bisu kematangan Veda Ega Pratama. Pada seri Grand Prix basah pertamanya, Veda menunjukkan ketenangan luar biasa. Ia berhasil finis di posisi keempat melalui kalkulasi balap yang sangat presisi.
Lintasan basah Le Mans yang licin menuntut konsentrasi tingkat tinggi dari setiap pembalap. Veda mengakui sempat merasa tegang sebelum memulai balapan yang sangat menantang ini.
Veda Sempat Takut
“Jujur saya sedikit takut karena kondisi ini benar-benar sulit,” ungkap Veda melalui rilis resmi Honda Team Asia.
Kabar baiknya, rasa takut itu justru ia kelola menjadi sebuah kewaspadaan yang sangat positif. Sehingga dia kembali bangkit merangsek ke barisan depan.
Menghadapi beragam situasi balapan yang penuh risiko seperti di Prancis, pikiran adem lebih berharga dibandingkan memaksakan diri. Saat lampu start padam, ia sempat kehilangan posisi akibat insiden di depannya. Namun, Veda tidak terpancing emosi untuk segera membalas di lintasan yang sangat licin.
“Saya mencoba tetap tenang, tidak terlalu agresif, lalu menemukan ritme tepat,” jelas pembalap asal Gunungkidul ini.
Pujian Manajer Honda
Strategi ini terbukti jitu karena ia mampu menghindari risiko crash yang menimpa banyak pembalap lain. Berkat kematangan ini, Veda mendapat pujian khusus dari Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama. Ia sangat terkesan dengan progres langkah demi langkah yang ditunjukkan anak asuhnya.
“Veda kehilangan posisi di awal, tetapi setelah itu kecepatannya sangat kuat,” puji sang legenda balap Jepang tersebut.
Aoyama menilai keberhasilan finis keempat adalah pengalaman yang sangat penting bagi Veda. Bahkan menjelang akhir balapan, ada peluang bagi Veda mengancam posisi podium di grup depan. Sayangnya, kendala teknis pada daya cengkeram ban mulai muncul di beberapa putaran terakhir.
“Grip ban belakang turun drastis di lap-lap terakhir,” tambah Veda mengenai tantangan di pengujung laga.
Meski gagal podium, poin besar berhasil diamankan dengan cara yang sangat cerdas. Fakta ini membuktikan bahwa Veda semakin pintar menghadapi beragam situasi balapan di level internasional. Konsistensi dan kontrol emosi kini menjadi senjata utama sang talenta muda Indonesia. Ia pulang dari Prancis dengan kepala tegak dan modal kepercayaan diri yang semakin tinggi. (ton)









