Please AHM, Pasarin Honda CB400SF Dong

Surabaya (otoplasa.com) – Saat Otoplasa menerima rilis seputar kemenangan Instruktur Safety Riding asal Indonesia di ajang The 19th Safety Japan Instructors Competition 2018, tentu sangat membanggakan bahwa mereka mampu menyisihkan peserta lain dari 11 negara. Kemenangan itu diraih oleh Ibnu Fachrizal, instruktur asal Astra Motor Samarinda yang sanggup menyabet juara di kelas Honda CB400 dan juara umum grup di kelas Honda CB400.

Ibnu mengoleksi 2.599 poin atau unggul 283 poin dari peserta asal Thailand, Boonma Chaicana. Kemenangan ini semakin lengkap, karena Hari Setiawan asal Honda MPM Surabaya mampu menjadi terbaik yang kedua di kelas Honda Grom 125. Hari mengumpulkan 1.823 poin atau berselisih 523 poin dengan pemenang pertama asal Vietnam, Tran Chung Hieu.

Otoplasa pun teringat ketika para wakil Indonesia itu masih menjalani latihan di Safety Riding Center MPM yang terletak di Sedati, Sidoarjo. Mereka dengan tekun setiap hari di bawah cuaca yang terik meningkatkan skill-nya, khususnya menjelang keberangkatan ke Jepang. Berkat latihan keras, akhirnya terbayar dengan mereka mampu menjadi kampium di Negeri Matahari Terbit.

Satu hal yang menjadi catatan Otoplasa di ajang Safety Japan Instructors Competition, dimana para peserta menggunakan motor yang kurang populis di Tanah Air. Motor tersebut diantaranya Honda Groom, CB400 dan NC700. Semuanya adalah motor hoby dan hanya kalangan tertentu yang bisa memilikinya.

Bertepuk sebelah tangan
Nah dari motor yang jarang berlalu-lalang di jalanan Indonesia tersebut, Honda CB400 mendapatkan tempat tersendiri di kalangan penikmat motor gede. Motor dengan tampang naked ini lumayan berotot dengan wujud mesinnya yang kekar. Kendati ukurannya lumayan bongsor bagi postur orang Indonesia, namun CB400 sangat mudah dikendalikan. Gerakannya sangat luwes melewati puluhan kun yang ada di Safety Riding Center MPM. Akselerasi hingga pengeremannya patut diacungi jempol dan tak heran Ibnu bisa menjadi yang terbaik di Jepang dengan menaiki CB400.

Respon CB400 tak berhenti di sini, terutama ketika Otoplasa mendapatkan pertanyaan dari pembaca. Ada yang berharap supaya PT Astra Honda Motor (AHM) segera memasarkan CB400 di jajaran Big Bike-nya. Namun keinginan pecinta motor bermesin 397 cc itu bertepuk sebelah tangan, karena AHM belum berencana memasarkankan motor tersebut. Seperti penegasan Deputy Head of Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin kepada Otoplasa. “Nggak dipasarkan di sini,” katanya singkat.

Solusinya?
Ya mencarinya via online dengan rata-rata kondisi bekas dengan produksi tahun 1990-an hingga 2000-an. Itupun dengan harga paling murah Rp 40 jutaan ke atas. Uniknya meski usia motor sudah ada yang puluhan tahun, namun peminatnya masih banyak bahkan tak peduli kelengkapan surat-suratnya tak ada.

Singapura sudah jualan lho!
Dari kondisi ini mencerminkan bahwa Honda CB400 memang istimewa di mata penggemarnya. Kalaupun ada yang ingin memilikinya dengan kondisi baru, mau tak mau harus lewat importir umum (IU). Otoplasa merangkum, di negara tetangga yang lumayan dekat, ada diler Boon Siew Singapore Honda. Diler ini memasarkan CB400 dengan tawaran kredit 406 dollar Singapura perbulan selama 5 tahun. Ya kira-kira nyicil Rp 4,5 juta lah perbulan. Dihitung-hitung nyaris mirip kredit Mitsubishi Xpander tanpa uang muka.

Itupun belum hitungan pajak saat masuk Indonesia lho. Apalagi bagi motor yang berkapasitas di atas 300 cc ke atas! Siap-siap harganya bisa melejit lebih tinggi lagi.

Bagaimana?
Masih tertarik berburu Honda CB400 bekas atau baru nih. (anto)

Data teknis Honda CB400SF (Super Four)
Produksi : pabrik Kumamoto, Jepang mulai 1992 hingga sekarang.
Kapasitas bahan bakar : 18 liter
Berat bersih : 197 kg
Mesin : NC42E Four-stroke inline-4, DOHC, 16 valves, liquid-cooled
Daya : 39,5 kW (53.0 hp) @ 10.500 rpm
Torsi : 38 N⋅m (28 lbf⋅ft) @ 9.500 rpm
Tinggi Jok : 755 mm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *