Sinyal Keras MotoGP Untuk Indonesia

Valentino Rossi saja mengakui Indonesia sebagai home fans terbesarnya

otoplasa.com – Malaysia sudah, demikian pula dengan Thailand yang sukses menggelar ajang MotoGP. Demikian pula dengan Singapura yang menjadi tuan rumah balapan Formula 1. Negara tetangga kita yang penduduk dan luas negaranya tak sebesar Indonesia, nyatanya sanggup menggelar even tahunan motorsport dunia bergengsi.

Lalu kita kapan?
Entahlah hingga kini belum ada kontrak hitam di atas putih antara Indonesia dengan Dorna selaku organizer MotoGP, kapan waktunya kita akan menggelar balapan roda dua bergengsi sejagat. Kalaupun sekedar omong-omong ‘ngalor ngidul’ sudah terjadi, bahkan dari pantauan Otoplasa sudah lebih dari cukup.

Berulangkali muncul wacana, bahwa balapan akan berlangsung di Sentul, kemudian pindah ke Palembang, hingga yang terbaru sirkuit akan dibangun di Mandalika, Lombok. Terlalu banyaknya venue perlombaan yang digoreng kesana-kemari, semakin mengindikasikan bahwa menuju ke satu titik semakin kabur. Alhasil hingga 2019 dan tahun depan, belum ada kesepakatan kapan kita benar-benar menjadi tuan rumah MotoGP (mungkin hingga Valentino Rossi pensiun pun, belum terlaksana sebagai tuan rumah).

Padahal baik Dorna maupun tim-tim elit MotoGP mengakui Indonesia memiliki potensi besar bilamana balapan digelar di sini. Mulai dari tingginya pecinta balapan MotoGP dan jumlah penonton yang akan datang, hingga dukungan pabrikan kendaraan roda dua seperti dari Honda dan Yamaha. Dimana Indonesia merupakan salah satu negara penyerap pasar terbesar motor di dunia setelah China dan India.

Bayangkan sentilan ala tim besar pun tak main-main. Tim Repsol Honda sejak tiga musim lalu melakukan peluncuran tim MotoGP-nya di Indonesia, meski tahun ini pindah ke Madrid, Spanyol. Yang terbaru tim pabrikan Yamaha bersama Valentino Rossi dan Maverick Vinales kembali memilih kita sebagai tuan rumah livery barunya yang kini bekerja dengan minuman energi Monster.

Mereka memandang Indonesia tak main-main dengan sumber dayanya. Jumlah penonton yang melimpah, ditambah alamnya yang indah, sudah menjadi jaminan bahwa even ini akan sukses. Disamping menaikkan jumlah wisatawan internasional, gelaran MotoGP akan mengobati dahaga bertahun-tahun bagi pecinta balap roda dua sejati yang bertahun-tahun tak bisa menyaksikannya secara langsung.

Intinya bila Dorna dan tim-tim super MotoGP sudah sekian kali memberikan sinyal keseriusan mereka memandang Indonesia, hendaknya ada respon nyata bahwa kita layak jadi tuan rumah. Atau lebih memilih wacana yang tak kunjung terealisasi.

Entahlah? (anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *