otoplasa.com – Pernah mendengar ‘Malam 1 Suro’?
Mungkin sebagian besar pasti pernah mendengar istilah horor yang populer di genre film Indonesia. Bila itu hanya 1 Suro atau cukup 1 hari, bayangkan jika terjadi sebulan penuh ala kalender Jawa Hijriyah. Bulan Suro yang tahun ini bertepatan dengan September ternyata lumayan bikin deg-degan bagi para produsen otomotif di Tanah Air, khususnya di Jawa Timur.
Deputy Group Head of Sales & Dealer Management Area 2 PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Amiruddin kepada Otoplasa menuturkan bulan Suro mempengaruhi data penjualan. “Bulan Suro memang lumayan istimewa. Apapun tahunnya bila bulannya jatuh di Suro, rata-rata ada penurunan penjualan hingga 10 persen,” katanya.
Amirrudin memaparkan tradisi dan budaya Suro yang mengajarkan untuk menahan diri, berpengaruh di beberapa kota di Jawa Timur hingga Jawa Tengah. “Ada beberapa kota yang sangat berpengaruh penjualannya ketika Bulan Suro. Namun di beberapa kota besar lainnya seperti Surabaya pengaruhnya tak terlalu besar,” terangnya.
Hal senada juga diakui oleh Marketing and After Sales Service Director Honda Surabaya Center, Wendy Miharja. “Suro memang ada pengaruhnya namun tak terlalu signifikan bagi Honda karena penjualan kami masih on the track,” tuturnya.
Sementara itu Yusea Kurnia Abadi, branch manager Nissan Surabaya A Yani menambahkan di bulan yang cukup dikeramatkan oleh masyarakat Jawa, penjualan Nissan juga ikut terdampak. “Suro ada pengaruhnya dengan penjualan. Karena itu kita beri beberapa program penjualan yang menarik,” imbuhnya.
Lalu bagaimana dengan Daihatsu?
Menurut Kepala Cabang Daihatsu Panglima Sudirman Surabaya, Provi Setiadi menggambarkan di Surabaya tak terpengaruh. “Dari data penjualan kami tak ada pengaruhnya,” timpalnya.
Bila di pasar roda empat sempat terkena pengaruh Suro, khusus pada roda dua lebih ekstrim. Seperti penjelasan Marcomm & Development Division Head PT MPM Suhari. Diler kendaraan roda dua Honda di Jatim dan NTT ini sempat terkena dampak Suro.
“Sudah pasti di beberapa kota seperti Ponorogo, Madiun dan Bojonegoro penjualan menurun hingga 15 persen. Mau diapa-apain tetap kondisi ini senantiasa berulang setiap tahun,” ungkap Suhari.
Wih Suro memang istimewa di pasar otomotif Jawa Timur. (ton/16-10-2019)















