Otoplasa.com – Suzuki Fronx hanya meraih satu bintang ANCAP (Australasian New Car Assessment Program). Itu karena ditemukan kegagalan pada sabuk pengaman belakang.
Hasil uji keselamatan independen terbaru dari ANCAP menunjukkan bahwa Suzuki Fronx tak mampu melindungi keamanan dan keselamatan penumpang, khususnya yang duduk di bagian belakang. Penilaian ini dilakukan setelah kendaraan tersebut nyaris mencapai ambang batas terendah akibat performa buruk dalam sejumlah uji tabrak penting serta rendahnya tingkat perlindungan bagi penumpang dewasa maupun anak-anak.
Dalam laporan resmi ANCAP yang dirilis pada Senin, 22 Desember 2025, disebutkan bahwa Suzuki Fronx mencatatkan hasil mengecewakan pada pengujian tabrak frontal penuh (full width frontal crash test). Uji tersebut memperlihatkan beban benturan dada (chest load) yang sangat tinggi pada penumpang belakang, bahkan melampaui ambang batas performa yang ditetapkan ANCAP. Kondisi ini membuat skor perlindungan langsung dibatasi sesuai protokol penilaian keselamatan.
Tak hanya itu, perlindungan bagi penumpang anak juga dinilai sangat rendah. Dalam simulasi kecelakaan yang melibatkan boneka anak berusia 10 tahun dan 6 tahun, beberapa area vital tubuh mendapatkan nol poin, akibat tingginya percepatan kepala serta ketegangan leher yang berlebihan.

Kegagalan Sabuk Pengaman Belakang
ANCAP juga mengungkap temuan keselamatan serius lainnya yang terpisah dari hasil penilaian struktur kendaraan. Dalam uji tabrak frontal penuh, mekanisme penarik sabuk pengaman (seatbelt retractor) kursi belakang Suzuki Fronx mengalami kegagalan fungsi. Akibatnya, sabuk pengaman terlepas secara tidak terkendali dan boneka uji penumpang belakang menjadi tidak tertahan, hingga membentur bagian belakang kursi depan.
Meski demikian, ANCAP menegaskan bahwa peringkat bintang satu yang diterima Suzuki Fronx bukan disebabkan oleh kegagalan komponen sabuk pengaman tersebut, melainkan murni mencerminkan performa keseluruhan kendaraan, terutama dari sisi struktur bodi dan sistem penahan penumpang.
ANCAP Imbau Konsumen Waspada
Chief Executive Officer ANCAP, Carla Hoorweg, menegaskan bahwa temuan ini menunjukkan pentingnya pengujian keselamatan kendaraan secara independen sebelum dipasarkan luas kepada konsumen.
“Kegagalan komponen sabuk pengaman ini tergolong jarang dan sangat serius. ANCAP hadir untuk memberikan kepercayaan kepada konsumen, dan ketika pengujian kami mengungkap hasil seperti ini, kami akan bertindak demi kepentingan terbaik publik dengan menyampaikan temuan secara cepat dan transparan,” ujar Hoorweg.
Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya karena kendaraan tersebut telah beredar di pasaran. “Yang menjadi perhatian kami adalah kendaraan ini sudah dapat dibeli oleh konsumen umum. Dalam kondisi kecelakaan di jalan raya, kegagalan seperti ini berpotensi menimbulkan konsekuensi serius bagi penumpang di kursi belakang,” lanjutnya.
Berdasarkan data ANCAP, sekitar 1.300 unit Suzuki Fronx telah terjual di Australia, sementara 1.000 unit lainnya terjual di Selandia Baru.
Rekomendasi Keselamatan
ANCAP secara tegas menyarankan agar penumpang dewasa maupun anak-anak tidak menempati kursi belakang Suzuki Fronx sampai penyebab kegagalan sabuk pengaman tersebut dapat dipastikan dan perbaikan resmi telah dilakukan oleh pabrikan.
“Pandangan ANCAP jelas, penumpang dewasa dan anak sebaiknya tidak bepergian di kursi belakang Suzuki Fronx hingga penyebab kegagalan ini ditentukan dan tindakan perbaikan yang relevan telah dilaksanakan,” tegas Hoorweg.
ANCAP juga mengimbau calon konsumen untuk mempertimbangkan dengan cermat sebelum membeli Suzuki Fronx, setidaknya hingga Suzuki dapat membuktikan bahwa masalah tersebut telah diselidiki dan ditangani secara menyeluruh.
“Konsumen mengharapkan dan berhak mendapatkan kendaraan yang memenuhi standar dasar perlindungan penumpang. Kami mendesak Suzuki untuk bertindak cepat dan tegas agar seluruh kendaraan yang terdampak dapat diidentifikasi dan diperbaiki tanpa penundaan,” tambahnya.
Uji Dulu Sebelum Peluncuran ke Pasar
Sebagai catatan, ANCAP menyebut kasus ini sebagai kegagalan komponen ketiga yang terungkap melalui pengujian keselamatan independen dalam beberapa bulan terakhir. Oleh karena itu, ANCAP mendorong seluruh produsen otomotif untuk mengajukan kendaraannya diuji sebelum peluncuran resmi ke pasar, agar potensi masalah keselamatan dapat diidentifikasi lebih awal.
Informasi lengkap mengenai hasil uji keselamatan Suzuki Fronx dapat diakses melalui laman resmi ANCAP. (boi)









